Ketiga, Rising Rice atau pengembangan beras khusus bernilai tinggi. Program ini menyasar budidaya hingga hilirisasi beras khusus sebagai ikon pangan lokal berdaya saing.
Keempat, Analog Rice Revolution, yakni pengembangan ubi kayu menjadi beras analog sebagai alternatif pangan sehat berbasis inovasi lokal.
BACA JUGA: DPKP Kalsel Evaluasi Program 2025, Tekankan Pentingnya Edukasi Penyimpanan Benih Petani
“Program ini sudah berjalan dan mendapat respons positif, terutama dari pelaku diet serta masyarakat yang peduli pada pangan sehat,” katanya.
Kelima, Gerakan Lahan Pangan Bersertifikat. Melalui program ini, DPKP Kalsel memberikan sertifikasi lahan secara gratis guna meningkatkan legalitas, kualitas produksi, dan nilai jual hasil pertanian.
“Jika lahan porang sudah bersertifikat, nilai jual hasil panennya otomatis meningkat. Sertifikasi ini diberikan secara gratis,” tambah Rahmawati.
Keenam, Petani Organik Naik Kelas, berupa sertifikasi gratis produk pertanian organik untuk meningkatkan daya saing dan nilai jual di pasar.
Ketujuh, Padi Apung Tumbuh, Benih Unggul Terwujud. Program ini mengembangkan inovasi padi apung dari produksi gabah konsumsi menjadi produksi benih sumber yang ditanam di lahan rawa.










