Namun demikian, Sarandos disebut hanya mendorong periode eksklusif bioskop selama 17 hari sebelum film dipindahkan ke layanan streaming, jauh lebih singkat dibandingkan 45 hari yang diharapkan banyak pihak, termasuk Cameron. Kebijakan ini dinilai sebagai pukulan berat bagi industri bioskop.
Cameron menilai meski film yang baik tetap dapat dinikmati di layar apa pun, ukuran keberhasilan sebuah film masih sangat dipengaruhi oleh penayangan optimal di bioskop.
Ia mencontohkan Avatar: The Way of Water (2022) yang meraih pendapatan global sebesar 2,3 miliar dolar AS dan laba 531 juta dolar AS, setelah lebih dulu tayang di bioskop. Film tersebut memang dirancang khusus untuk format 3D dan Image Maximum.
Film lanjutan Avatar: Fire and Ash, berdurasi 3 jam 15 menit, juga dibuat dengan konsep serupa agar dinikmati secara maksimal di bioskop dengan teknologi 3D dan Image Maximum.
“Ketika penonton sudah memegang remote dan gambar bisa diutak-atik, dampak emosionalnya bisa hilang setengah,” kata Cameron. “Pengalaman itu tidak tergantikan,” pungkasnya.
Sumber: Antaranews







