PELAIHARI, Kalimantanlive.com – Dari tanah yang kaya tradisi di Kalimantan Selatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala) menorehkan sejarah baru di jantung Eropa.
Melalui ajang Indonesia Creative Week Belgium 2025, sasirangan khas Tanah Laut tampil memukau di Historic Waiting Hall, Antwerpen Central Station, Belgia, pada 13–14 Desember 2025, menandai langkah besar promosi budaya lokal ke level dunia.
BACA JUGA: Rampcheck Hari Kedua, Dishub Tala Prioritaskan Keselamatan Warga Jelang Libur Panjang Nataru
Di balik gebrakan ini, peran Ketua Dekranasda Tanah Laut, Hj Dian Rahmat, menjadi sorotan utama. Dengan strategi promosi yang visioner dan berani, Hj Dian Rahmat sukses membawa sasirangan khas Tala—yang selama ini lekat dengan identitas lokal—bertransformasi menjadi produk budaya bernilai global.
Tidak sekadar memamerkan kain, Hj Dian Rahmat menghadirkan sasirangan sebagai narasi peradaban. Setiap motif, perpaduan warna, dan detail desain ditata dengan pendekatan kuratorial modern, sehingga mampu berbicara kepada publik internasional tanpa kehilangan akar tradisi.
Terobosan ini menjadikan sasirangan bukan hanya artefak budaya, tetapi juga produk kreatif yang relevan dengan selera pasar dunia.
“Kita ingin dunia mengenal Tanah Laut melalui karya. Sasirangan bukan hanya kain, tapi identitas dan cerita masyarakat kami,” menjadi semangat yang diusung dalam keikutsertaan tersebut.










