JAKARTA, Kalimantanlive.com – Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, terus mematangkan strategi ekspansi di pasar Indonesia.
Selain memetakan kesiapan infrastruktur, BYD juga menaruh perhatian besar pada aspek pembiayaan yang dinilai masih menjadi kendala utama bagi konsumen kendaraan listrik.
BACA JUGA: BYD Atto 3 Kini Tembus 650 Km Sekali Cas, Tenaga Meningkat tapi Harga Masih Sama
Terbatasnya lembaga pembiayaan yang bersedia menyalurkan kredit mobil listrik menjadi tantangan tersendiri.
Ketidakpastian nilai jual kembali (resale value) kendaraan listrik di Indonesia membuat sejumlah perusahaan pembiayaan masih bersikap konservatif.
Kondisi tersebut mendorong BYD Motor Indonesia untuk mengambil langkah strategis dengan membentuk perusahaan pembiayaan sendiri.
Rencana ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun depan dan saat ini telah memasuki tahap akhir persiapan, termasuk proses perizinan.
Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T Panjaitan, mengatakan bahwa kehadiran unit pembiayaan internal bertujuan memberikan kemudahan akses kredit bagi konsumen yang ingin membeli kendaraan BYD.









