HOROR DI BONDI BEACH! Penembakan Massal Saat Festival Hanukkah Tewaskan 16 Orang, Ayah dan Anak Jadi Pelaku

SYDNEY, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia kembali terguncang. Tragedi penembakan massal berdarah terjadi di kawasan wisata ikonik Bondi Beach, Sydney, New South Wales, Australia, Minggu (14/12/2025). Sedikitnya 16 orang tewas setelah dua pelaku melepaskan tembakan membabi buta ke arah kerumunan warga yang tengah merayakan festival Yahudi Hanukkah.

Insiden mengerikan ini terjadi di salah satu destinasi wisata paling ramai di Australia, yang biasanya dipadati wisatawan lokal dan mancanegara, terutama pada akhir pekan. Suasana perayaan yang semula penuh sukacita berubah menjadi kepanikan dan teror dalam hitungan menit.

# Baca Juga :Penembakan Dekat Gedung Putih Guncang AS: 2 Garda Nasional Kritis, Pelaku Ditangkap Hidup-Hidup!

# Baca Juga :Penembakan Massal Guncang Restoran AS! 4 Tewas, 20 Luka Parah di Tengah Malam Mencekam!

# Baca Juga :Penembakan di Bar Carolina Selatan Tewaskan Empat Orang

# Baca Juga :Sydney Mencekam! Seratusan Peluru Dimuntahkan di Jalan Ramai, 20 Orang Jadi Korban dalam Aksi Penembakan Massal!

Peristiwa penembakan ini langsung menyita perhatian dunia internasional. Sejumlah pemimpin global menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi berdarah tersebut. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut kejadian ini sebagai serangan yang sangat mengejutkan sekaligus menyedihkan bagi seluruh bangsa.

Pihak kepolisian Australia secara tegas mengklasifikasikan aksi tersebut sebagai tindakan terorisme. Aparat keamanan pun bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan.

Ayah dan Anak Terungkap sebagai Pelaku

Polisi New South Wales mengungkap fakta mengejutkan terkait identitas pelaku. Dua orang penembak diketahui merupakan ayah dan anak. Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, menyampaikan bahwa sang ayah berusia 50 tahun, sementara anaknya berusia 24 tahun.

Dalam insiden tersebut, pelaku ayah dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, pelaku anak saat ini masih hidup dan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius.

“Kami dapat memastikan bahwa tidak ada pelaku lain yang sedang kami cari,” tegas Mal Lanyon, sekaligus meredam kekhawatiran publik akan adanya serangan susulan.

Sebagai bentuk penghormatan dan duka cita nasional, pemerintah Australia memutuskan mengibarkan bendera setengah tiang di seluruh negeri. Langkah ini dilakukan untuk mengenang para korban tewas serta mendoakan para korban luka.

Aksi Heroik di Tengah Teror

Di balik tragedi mengerikan ini, muncul sosok pahlawan yang aksinya menyita perhatian dunia. Dia adalah Ahmed El Ahmed, seorang warga yang dengan keberanian luar biasa menghadang salah satu pelaku bersenjata.

Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan salah satu pelaku mengenakan kaus hitam dan celana putih, berdiri di area parkir Campbell Parade sambil melepaskan tembakan secara acak. Di saat situasi mencekam itu, Ahmed terlihat bergerak mendekati pelaku dengan penuh perhitungan, berlindung di balik mobil-mobil yang terparkir.

Ketika jarak sudah cukup dekat, Ahmed tanpa ragu menerjang pelaku dan terlibat pergulatan sengit hingga berhasil merebut senapan dari tangan penyerang. Pelaku terjatuh, sementara Ahmed dengan sigap menguasai senjata tersebut.