“Pelajar harus kita jadikan subjek, bukan objek. Dengan ruang dialog dan edukasi yang tepat, mereka dapat menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kanit Cegah Satgaswil Densus 88 AT Kalsel IPDA Alim Sumartono, S.H., Panit III Subdit Kamneg Ditintelkam Polda Kalsel IPDA Mursid Chori Indra, Duta Damai FKPT Rohiyansyah, serta perwakilan Disdikbud Provinsi Kalsel, Diskominfo Provinsi Kalsel, dan Kesbangpol Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, serta Kabupaten Banjar.
BACA JUGA: Gelar Sosialisasi Strakom 2026, Pemprov Kalsel Susun Pedoman Komunikasi Publik Terarah
Peserta kegiatan terdiri dari perwakilan guru dan pelajar SMA/SMK dari Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, dengan sekitar 30 pelajar yang mengikuti kegiatan secara aktif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai di kawasan car free day Lapangan Dr. Murjani, dilanjutkan dengan deklarasi aksi damai pencegahan radikalisme dan terorisme, serta diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama menjaga Kalimantan Selatan tetap aman, damai, dan toleran.
Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Kalsel berharap sinergi lintas sektor dalam pencegahan radikalisme dan terorisme terus diperkuat, khususnya di lingkungan pendidikan, guna menjaga persatuan, stabilitas daerah, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber: MC Kalsel







