Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Christugus Lirens, melalui Kanit Reskrim AKP Joko Sulistiyo Sriyono, menyampaikan bahwa selain pelajar, terdapat pula beberapa pelaku yang sudah lulus sekolah. Motif tawuran ini dipicu adanya undangan perkelahian melalui aplikasi Instagram.
“Karena lawan mereka lari akibat kalah jumlah, para pelaku kemudian meluapkan kekesalan dengan menyasar warga sekitar. Korban yang saat itu sedang berjaga di SPBU menjadi sasaran,” jelas AKP Joko Sulistiyo Sriyono.
Berdasarkan pengakuan pelaku, senjata tajam yang digunakan dibeli melalui belanja online.
Dalam penanganan kasus ini, Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan mengamankan seluruh pelaku dan barang bukti sajam serta memanggil orang tua dan pihak sekolah, mengingat sebagian besar pelaku masih berstatus pelajar.
Pemanggilan orang tua dilakukan karena korban memilih penyelesaian secara kekeluargaan. Sementara pihak sekolah dipanggil agar mengetahui persoalan tersebut, meski kejadian berlangsung di luar aktivitas sekolah. Polisi juga mengimbau agar perhatian dan pengawasan orang tua terhadap anak lebih ditingkatkan.
Kalimantanlive.com
Frans







