WILLEMSTAD, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah momen mencekam di langit Karibia nyaris berujung petaka. Pesawat sipil JetBlue yang terbang dari Curacao menuju New York dilaporkan hampir mengalami tabrakan udara dengan pesawat tanker pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS), Jumat (12/12/2025).
Insiden serius ini terungkap lewat rekaman percakapan pilot JetBlue dengan pengatur lalu lintas udara, yang kemudian dilaporkan media AS, CBS News. Dalam rekaman tersebut, sang pilot terdengar sangat emosional saat menjelaskan situasi berbahaya yang mereka alami sesaat setelah lepas landas.
#baca juga:VIRAL! Streamer Resbob Menangis Saat Ditangkap Polisi, Ucapkan Penyesalan: “Maafkan Saya…”
#baca juga:SIAGA NASIONAL! Menkeu Purbaya Siapkan Dana Fantastis Rp 60 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatera
#baca juga:HARU & MENGUATKAN! Enzy Storia Kirim Pesan Menyentuh untuk Vidi Aldiano: “Lo Enggak Sendirian”
“Kami hampir mengalami tabrakan di udara. Pesawat itu melintas tepat di jalur penerbangan kami. Mereka tidak menyalakan transponder. Ini keterlaluan,” ujar pilot JetBlue dengan nada tegang.
Insiden tersebut melibatkan JetBlue Flight 1112 yang baru saja mengudara dari Curacao—negara kecil di Karibia yang berada di lepas pantai Venezuela—menuju Bandara Internasional John F Kennedy (JFK), New York.
Menurut penuturan pilot, pesawat tanker militer AS berada di ketinggian yang sama dan melintas dalam jarak yang sangat dekat, memaksa pilot JetBlue menghentikan proses menanjak (climb) demi menghindari tabrakan fatal.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena pesawat tanker tersebut disebut tidak mengaktifkan transponder, alat penting untuk identifikasi dan pemantauan lalu lintas udara. Setelah nyaris bertabrakan, pesawat militer itu dilaporkan bergerak menuju wilayah udara Venezuela.
Petugas pengatur lalu lintas udara pun mengakui bahwa kondisi di wilayah tersebut sudah sangat mengkhawatirkan.
“Situasinya memang sudah keterlaluan dengan adanya pesawat tak teridentifikasi di wilayah udara kami,” ucap petugas ATC dalam rekaman.
JetBlue Lapor Otoritas, Militer AS Bungkam
Juru bicara JetBlue, Derek Dombrowski, menyatakan bahwa pihak maskapai telah melaporkan insiden berbahaya ini kepada otoritas federal AS dan siap terlibat dalam proses penyelidikan.
“Kami telah melaporkan insiden ini kepada otoritas federal dan akan berpartisipasi dalam setiap penyelidikan,” ujar Dombrowski, Minggu (14/12/2025).
Ia juga menegaskan bahwa kru JetBlue telah bertindak sesuai prosedur keselamatan.
“Kru kami dilatih untuk menangani berbagai situasi penerbangan, dan kami mengapresiasi respons cepat mereka dalam melaporkan kejadian ini.”
Sementara itu, Angkatan Udara AS memilih tidak memberikan komentar, memicu pertanyaan publik terkait keselamatan penerbangan sipil di wilayah tersebut.







