“PBB siap memperkuat dukungan dengan terus bekerja sama secara erat dengan pemerintah,” demikian pernyataan resmi PBB di Indonesia.
Alasan Aceh Libatkan Lembaga PBB
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyebutkan bahwa permintaan bantuan internasional ini didasari pengalaman panjang Aceh menghadapi bencana besar, termasuk tsunami 2004.
“Pemerintah Aceh secara resmi meminta keterlibatan lembaga internasional seperti UNDP dan UNICEF berdasarkan pengalaman penanganan bencana besar di masa lalu,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).
Saat ini, penanganan darurat di Aceh juga diperkuat oleh sekitar 77 organisasi lokal, nasional, dan internasional, dengan total 1.960 relawan yang telah diterjunkan. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah.
Dampak Bencana Sangat Besar
Berdasarkan data BNPB hingga Senin malam, dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tergolong sangat serius. Tercatat 1.030 orang meninggal dunia, 206 orang hilang, sekitar 7.000 orang luka-luka, serta 186.488 rumah mengalami kerusakan.
Menanggapi permintaan bantuan internasional tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan pemerintah pusat akan mempelajarinya lebih lanjut.
“Nanti kita pelajari,” ujar Tito singkat di Kompleks Istana, Jakarta.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







