DPRD Kalsel Perkuat Pengawasan Alur Sungai Barito Demi Keselamatan dan Kelancaran Pelayaran

Alur tersebut memiliki panjang sekitar 15 kilometer dengan lebar dasar alur 100 meter dan kedalaman terjamin hingga 5 LWS (Lowest Water Spring).

“Hari ini kami meninjau langsung kondisi di Ambang Sungai Barito, tepatnya di muara Sungai Barito. Dari lokasi ini jaraknya kurang lebih 15 kilometer dari Muara Ambapers, yang merupakan salah satu anak perusahaan daerah,” jelasnya.

BACA JUGA: Pansus II DPRD Kalsel Finalisasi Raperda Ketahanan Pangan, Tekankan Lumbung Strategis dan Cold Storage

Ia menegaskan bahwa Sungai Barito memiliki peran strategis sebagai jalur utama transportasi air di Kalimantan Selatan.

Alur sungai ini dilintasi berbagai jenis armada, mulai dari tongkang batu bara, kapal kontainer, kapal penumpang, kapal tunda, hingga kapal tanker.

“Dengan pengelolaan alur yang baik, termasuk kegiatan pengerukan dan pendalaman yang dilakukan secara terencana, terukur, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, diharapkan semakin banyak kapal yang dapat melintas dengan aman dan lancar,” ujar Mustaqimah.

Menurutnya, peningkatan kualitas dan kedalaman alur pelayaran Sungai Barito tidak hanya mendukung kelancaran distribusi logistik dan arus barang, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Direktur PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) Kalsel, Marolop Alfred, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan Komisi III DPRD Kalsel.