Mizan juga menyayangkan pergantian nama dilakukan secara sepihak tanpa adanya komunikasi atau toleransi dari pihak penyelenggara.
“Kalau memang tidak bisa berangkat sekarang, seharusnya ada kebijakan atau solusi, bukan langsung diganti namanya begitu saja tanpa sepengetahuan kami,” tegasnya.
Ia berharap Gubernur Kalimantan Tengah yang sekarang, Agustiar Sabran dapat memberikan perhatian dan kebijakan terkait permasalahan ini, mengingat menurutnya terdapat lebih dari lima warga Kotawaringin Barat yang mengalami persoalan serupa.
“Harapan saya, Bapak Gubernur bisa membantu mencarikan jalan keluar. Kami mohon toleransi dan kebijakan, terutama untuk masyarakat yang kondisi ekonominya kurang mampu,” jelas Mizan.
Hingga berita ini dilansir belum diperoleh konfirmasi dari pihak penyelenggara kegiatan Jalan Sehat Berkah Kobar 2024 terkait alasan penggantian nama pemenang doorprize umrah yang dilakukan secara sepihak tersebut.
Kalimantanlive.com/Firman Muliadi
Editor: elpian







