Adapun terhadap komoditi beras, Yuli menjelaskan bahwa stok beras secara umum masih tercukupi. “Beras Alhamdulillah aman, kecuali beras lokal (Banjar, red). Berdasarkan informasi dari distributor, ada sedikit kendala di sumber pasokan yang menyebabkan jumlahnya berkurang sehingga terjadi kenaikan harga sedikit,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menilai, meski terdapat kenaikan pada jenis tertentu, ketersediaan barang secara keseluruhan masih relatif aman.
“Kabar baik bagi warga, harga Cabai justru mengalami penurunan dari Rp70.000 menjadi kisaran Rp58.000-Rp60.000/kg,” ungkapnya lagi.
Dengan kondisi yang ada, Pemerintah Kota Banjarmasin tetap meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, hingga penimbunan barang.
Yuliansyah menekankan, pemerintah akan terus melacak rantai pasok dan melakukan antisipasi terukur guna mengidentifikasi sumber permasalahan bilamana terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.
“Kami terus memantau dari mana sumber masalahnya jika harga memberatkan masyarakat. Namun, dari pantauan hari ini, dinamika yang terjadi masih dalam tahap normal dan wajar sebagaimana siklus tahunan,” ujarnya.
“Secara stok semuanya aman, masyarakat tidak perlu khawatir,” tukasnya.
Pemko Banjarmasin pun terus berkomitmen untuk menjaga komunikasi dengan para distributor agar arus pasokan barang ke pasar-pasar di kota Banjarmasin tetap lancar hingga pergantian tahun nanti.
Kalimantanlive.com/Medcentbjm










