Menurutnya, penggunaan mesin pengering ikan berbasis energi surya sangat relevan untuk diterapkan di Kalimantan Selatan, mengingat wilayah tersebut memiliki potensi perikanan yang besar dan membutuhkan teknologi pendukung yang efisien serta ramah lingkungan.
Selain itu, Paman Yani juga menyoroti sistem pengelolaan pelabuhan perikanan di Bali yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
Dengan pola tersebut, distribusi hasil tangkapan nelayan dapat berlangsung cepat karena ikan langsung diserap pasar dan diolah menjadi makanan siap saji di kawasan sekitar pelabuhan.
“Ini menjadi pembelajaran penting bagi kami. Di Bali, pariwisata dan pelabuhan perikanan bisa berjalan beriringan. Sementara di Kalsel, distribusi ikan masih memerlukan waktu beberapa hari sehingga kebutuhan cold storage cukup tinggi,” jelas politisi Partai Golkar tersebut.
Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Umar Sadik, menambahkan bahwa sistem pengelolaan perikanan di Bali memberikan banyak referensi bagi Kalimantan Selatan.
Ia menilai pemanfaatan teknologi pengeringan ikan berbasis energi terbarukan tidak hanya efisien, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.










