Kenaikan agresif perak didorong kombinasi kuatnya permintaan investasi dan pasokan global yang semakin ketat. Kondisi ini membuat perak semakin dilirik sebagai aset lindung nilai sekaligus instrumen spekulatif.
Kepala Ahli Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, menyebut aliran dana ke produk berbasis perak masih menjadi faktor utama pengerek harga.
“Arus dana dari exchange traded fund atau ETF perak masih menjadi tema dominan, ditambah spekulasi yang cukup kuat dari investor ritel,” jelas Streible.
Dengan tren tersebut, perak dinilai berpotensi tetap mencuri perhatian pasar, terutama jika ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan suku bunga AS terus berlanjut.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI









