Dalam kegiatan tersebut, BWS Kalimantan III mengerahkan empat unit perahu bermesin berbahan fiber sebagai bagian dari uji kesiapsiagaan bencana sekaligus pemetaan lapangan.
Kepala BWS Kalimantan III, Dedi Supriyadi pun menuturkan perahu bermesin ini dapat diproyeksikan untuk kepentingan kedinasan maupun kemanusiaan di Kota Banjarmasin.
“Perahu ini dapat digunakan untuk mitigasi maupun kondisi darurat. Ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung kesiapsiagaan kebencanaan di daerah,” ujar Dedi.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa susur sungai kali ini merupakan langkah mitigasi preventif untuk memastikan fungsi sungai tetap optimal.
“Kami memastikan kesiapsiagaan peralatan dan personel. Dengan menyusuri sungai utama hingga masuk ke anak-anak sungai, kami bisa melihat apakah alur air masih mampu mengalirkan debit air saat curah hujan tinggi,” katanya.
Dia juga menerangkan bahwa kondisi geografis Kota Banjarmasin yang relatif datar dan dekat dengan permukaan laut menuntut sistem sungai berfungsi maksimal.
Tanpa normalisasi, aliran air akan tertahan dan memperpanjang durasi genangan. Berdasarkan hasil susur sungai tersebut, pemerintah menyusun skala prioritas penanganan yang akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kondisi teknis dan perencanaan anggaran. Fokus diarahkan pada alur sungai yang terbukti menjadi penyebab genangan berkepanjangan.
“Normalisasi sungai menjadi kebutuhan mendesak. Endapan harus dikurangi agar aliran air menuju sungai utama berjalan lebih lancar,” terang Dedi.
Secara strategis, kegiatan ini memperlihatkan kekuatan kolaborasi lintas instansi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, terutama dalam dukungan teknis, kewenangan pengelolaan sungai, serta kesiapsiagaan peralatan. Namun, kelemahan masih terlihat pada kondisi sungai yang telah lama mengalami pendangkalan serta keterbatasan ruang akibat kepadatan bangunan di bantaran.
Diharapkan, peluang untuk memperbaiki sistem drainase kota secara menyeluruh melalui normalisasi sungai dan penataan bantaran berbasis pendekatan persuasif kepada masyarakat itu dapat digencarkan.
Kalimantanlive.com
Frans









