JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Samsung kembali mencetak sejarah di industri semikonduktor. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu resmi meluncurkan chipset flagship terbarunya, Exynos 2600, pada Sabtu (20/12/2025). Chip ini menjadi prosesor smartphone pertama di dunia yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 2 nanometer (2 nm).
Exynos 2600 dibangun menggunakan proses manufaktur 2nm Gate-All-Around (GAA), teknologi paling mutakhir yang saat ini dimiliki Samsung Foundry. Kehadiran chip ini sekaligus menandai lompatan generasi besar dari Exynos 2500 yang masih mengandalkan fabrikasi 3 nm.
# Baca Juga :Samsung Berpeluang Hadirkan Teknologi Kamera Global Shutter di Galaxy S27
# Baca Juga :Samsung Perkenalkan Galaxy Z TriFold, Dijual Mulai 12 Desember
# Baca Juga :Samsung Resmi Perkenalkan Galaxy Z TriFold, Ponsel Lipat Tiga Pertama dengan Layar 10 Inci
# Baca Juga :Samsung Dikabarkan Siapkan Galaxy A77, Muncul di Geekbench dengan Chip Baru
Sebelum Exynos 2600 diperkenalkan, chip flagship tercanggih di pasar global masih berada di kelas 3 nm. Di antaranya Qualcomm Snapdragon 8 Elite, MediaTek Dimensity 9400 Plus, Apple A19 Pro, hingga Exynos 2500 buatan Samsung sendiri.
Dengan fabrikasi 2 nm, Exynos 2600 secara teknis unggul satu generasi lebih maju, terutama dalam hal efisiensi daya, kepadatan transistor, serta stabilitas performa untuk beban kerja berat.
Performa CPU Melonjak, Lebih Kencang dan Efisien
Exynos 2600 mengusung CPU deca-core berbasis arsitektur Arm v9.3. Konfigurasinya terdiri dari satu prime core, tiga core performa tinggi, dan enam core efisiensi.
Prime core C1-Ultra mampu berlari hingga 3,8 GHz, sementara tiga core C1 Pro dipacu pada kecepatan 3,25 GHz. Enam core lainnya juga menggunakan desain C1 Pro, namun berjalan di frekuensi lebih rendah 2,75 GHz untuk efisiensi daya saat menjalankan tugas ringan hingga menengah.
Samsung mengklaim Exynos 2600 mampu meningkatkan performa hingga 39 persen dibanding Exynos 2500, dengan konsumsi daya yang lebih hemat. Kombinasi arsitektur CPU baru dan fabrikasi 2 nm membuat chip ini lebih stabil untuk gaming, multitasking berat, serta pemrosesan AI jangka panjang.
GPU Xclipse 960, Ray Tracing Lebih Realistis
Di sektor grafis, Exynos 2600 dibekali GPU Xclipse 960. Samsung mengklaim kemampuan komputasi GPU ini meningkat hingga dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya.
Tak hanya itu, performa ray tracing juga melonjak hingga 50 persen, memungkinkan efek pencahayaan dan bayangan dalam game tampil lebih realistis tanpa mengorbankan kestabilan frame rate.
GPU ini juga menjadi debut teknologi Exynos Neural Super Sampling (ENSS). Teknologi berbasis AI ini memungkinkan upscaling resolusi dan frame generation secara cerdas, sehingga game berjalan lebih mulus dengan konsumsi daya yang tetap efisien.
AI Jadi Senjata Utama
Kecerdasan buatan menjadi fokus utama Exynos 2600. Samsung menyebut unit pemrosesan neural (NPU) pada chipset ini mengalami peningkatan performa hingga 113 persen dibanding Exynos flagship generasi sebelumnya.
Lonjakan ini memungkinkan model AI generatif berukuran besar berjalan langsung di perangkat, mulai dari pemrosesan gambar, penyuntingan foto, hingga fitur AI lanjutan tanpa harus bergantung pada komputasi cloud.
Pemrosesan AI on-device juga diklaim lebih aman karena data sensitif pengguna tetap diproses di dalam ponsel.









