Namun, SpaceX juga menyoroti potensi bahaya dari operator satelit lain yang dinilai kurang transparan dan minim koordinasi. Pekan lalu, sebuah satelit milik Tiongkok dilaporkan nyaris bertabrakan dengan satelit Starlink dalam jarak hanya sekitar 200 meter tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Saat ini, tim insinyur SpaceX tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab utama anomali tersebut. Sebagai langkah pencegahan, perusahaan juga mulai menggulirkan pembaruan perangkat lunak ke seluruh armada satelit Starlink guna meningkatkan sistem perlindungan dan stabilitas di orbit.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







