Viral Video Pesawat Disebut Tergelincir di Bandara Soekarno-Hatta, Ini Fakta Sebenarnya

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah video viral di media sosial menyebutkan adanya pesawat yang tergelincir hingga menutup Jalan Perimeter Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada malam hari. Unggahan tersebut memicu kepanikan dan spekulasi warganet.

Video itu salah satunya diunggah akun TikTok @Dashcam Owner Pro, dengan narasi pesawat tergelincir dan mengganggu akses jalan menuju bandara.

# Baca Juga :NYARIS TRAGEDI DI UDARA! Pesawat Sipil JetBlue Hampir Tabrakan dengan Tanker Militer AS di Dekat Venezuela

# Baca Juga :Luar Biasa! Minyak Jelantah Program MBG Laku Dua Kali Lipat untuk BBM Pesawat, Singapore Airlines Sudah Pesan

# Baca Juga :Pesawat Menteri Tambang Kongo Terbakar Saat Mendarat: Delegasi Panik Berloncatan Selamatkan Diri di Bandara Kolwezi!

# Baca Juga :Tiket Pesawat Turun Gila-Gilaan Hingga 14 Persen Jelang Nataru 2025/2026, Warga Bisa Liburan Hemat

Namun, pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta memastikan informasi tersebut tidak benar.

Bandara Soekarno-Hatta Pastikan Tidak Ada Pesawat Tergelincir

PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta menegaskan bahwa video yang beredar tidak menggambarkan insiden keselamatan penerbangan.

“Asisten Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Trisna Wijaya, menjelaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan pesawat tergelincir di kawasan bandara tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” demikian keterangan resmi yang diterima, Senin (22/12/2025).

Objek dalam Video adalah Rangka Pesawat Nonaktif

Menurut Trisna, objek yang terlihat dalam video tersebut merupakan rangka pesawat Boeing 737-500 dengan registrasi ex PK-GGD milik Citilink Indonesia.

Rangka pesawat itu bukan pesawat aktif dan tidak mengalami insiden tergelincir, melainkan sedang dalam proses pemindahan (dismantle dan reposisi).

Proses tersebut dilakukan pada Sabtu malam (20/12/2025) dan merupakan bagian dari rencana pemindahan rangka pesawat ke Aceh.

“Pemindahan rangka pesawat ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan layanan haji dan umrah,” ujar Trisna.

Sudah Kantongi Izin dan Diawasi Ketat

Trisna menjelaskan, seluruh kegiatan pemindahan telah mengantongi persetujuan dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I dan dilakukan sesuai standar keselamatan serta regulasi yang berlaku.

Proses pemindahan juga diawasi oleh berbagai pihak terkait, termasuk PT GMF Aero Asia, serta dilaksanakan oleh pihak ketiga yang ditunjuk langsung oleh Citilink Indonesia.

“Rangka pesawat berstatus tidak operasional dan dipindahkan melalui jalur darat setelah proses dismantle di area bandara,” jelasnya.

Kendala Teknis Sempat Terjadi, Bukan Insiden Penerbangan

Dalam proses mobilisasi, sempat terjadi kendala teknis pada salah satu truk trailer pengangkut. Kendala tersebut disebabkan sasis kendaraan tersangkut permukaan jalan karena ketinggian trailer yang rendah.

“Situasi tersebut segera ditangani oleh petugas dengan pengamanan jalur dan evakuasi kendaraan, sehingga arus lalu lintas kembali normal,” kata Trisna.

Ia menegaskan, secara keseluruhan kegiatan berlangsung aman, terkendali, dan tidak berdampak pada operasional penerbangan.

Tegaskan Tidak Ada Insiden Keselamatan Penerbangan

PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan bahwa tidak terjadi insiden keselamatan penerbangan dalam peristiwa yang viral tersebut.