BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Warga di Jalan Tembus Mantuil Raya, Kompleks Wengga RT 19, Kecamatan Banjarmasin Selatan geger, Minggu (21/12/2025) malam.
Pasalnya seorang pria yang ada di kawasan ini dan diketahui bernama M Rifani alias Dimas (35) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Korban diduga gantung diri dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Posisi korban ditemukan tergeletak dengan leher terikat dan diduga sudah putus, di rumah kontrakannya.
Baca juga : Aniaya Korban Ala Gengster, 8 Remaja Diamankan Polsek Banjarmasin Selatan
Korban diketahui merupakan warga Jalan Purwasari 2, Tamban, Kabupaten Barito Kuala (Batola). Peristiwa ini sontak menggegerkan warga sekitar, yang kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Banjarmasin Selatan.
Tak lama berselang, sejumlah anggota kepolisian yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan, AKP Joko Sulistiyo Sriyono, SH, bersama Tim Inafis Polresta Banjarmasin, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna penyelidikan lebih lanjut.
Usai dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi oleh relawan Rescue Gabungan ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan visum atas permintaan pihak kepolisian.
Salah satu saksi, Yajril Apriansyah, menuturkan bahwa awalnya ibunya menerima kabar adanya seorang penyewa rumah yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi leher terikat kabel.
“Saya disuruh mama untuk mengecek ke lokasi. Saat sampai, korban ditemukan terlentang di dalam rumah, warga sudah ramai berkumpul dan polisi juga sudah berada di sana,” ujarnya.
Yajril menambahkan, korban diketahui telah menyewa rumah tersebut selama hampir dua bulan. Proses penyewaan dilakukan melalui telepon, dan sehari-hari korban kerap mengantar bahan bangunan ke rumah tersebut.
Sementara itu, Ketua RT 19, Ma’ruf, mengatakan dirinya menerima laporan saat sedang rapat warga.







