“Ada keinginan menaikkan harga, tapi konsumen juga terbatas. Jadi pengembang tetap menahan diri,” katanya.
Pengembang: Harga Masih Cenderung Stagnan
Di sisi lain, Sekjen DPP REI Raymond Arfandy menyebut sebagian pengembang justru memilih tidak menaikkan harga rumah komersial pada 2026. Fokus utama mereka adalah menyerap stok rumah yang masih tersedia dan menarik minat pembeli.
“Untuk rumah komersial, menurut saya masih stagnan. Belum ada kenaikan harga,” ujarnya.
Raymond menjelaskan, meski inflasi tetap menjadi tantangan, pengembang menyiasatinya dengan memanfaatkan lahan land banking yang sudah dimiliki, sehingga tidak perlu membeli tanah baru yang harganya semakin mahal.
Ke depan, harga rumah sangat bergantung pada perputaran ekonomi dan daya beli masyarakat. Jika ekonomi bergerak positif, permintaan rumah berpotensi meningkat dan mendorong harga naik secara bertahap.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







