BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Warga Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan. Pada Selasa, 23 Desember 2025, kondisi cuaca di dua provinsi ini diprakirakan kurang bersahabat, mulai dari hujan ringan hingga potensi hujan lebat yang disertai angin kencang.
Berdasarkan prakiraan terkini, Kalimantan Selatan (Kalsel) akan didominasi cuaca hujan ringan dan berawan tebal di hampir seluruh wilayah. Sementara itu, Kalimantan Tengah (Kalteng) berada dalam status siaga akibat potensi cuaca ekstrem yang dipengaruhi fenomena atmosfer skala besar.
# Baca Juga :CUACA EKSTREM MENGINTAI! Hujan dan Petir Kepung Kalimantan Selatan–Tengah, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
# Baca Juga :BREAKING CUACA! Hujan Petir dan Hujan Lebat Hantam Kalsel-Kalteng, Warga Diminta Waspada
# Baca Juga :INFO CUACA! Langit Kalsel-Kalteng 16 Desember: Hujan Nyaris Merata, Petir Bikin Kaget, Tanah Laut Cerah!
Hujan Hingga Berawan Tebal di Kalsel
Di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tapin, hujan ringan diperkirakan turun sejak pagi hari, sekitar pukul 08.00 WITA. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas warga yang memulai kegiatan lebih awal.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan diprakirakan bergeser ke wilayah Hulu Sungai Selatan, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, dengan intensitas hujan muncul sekitar pukul 14.00 WITA.
Sementara itu, wilayah Hulu Sungai Tengah, Tabalong, Balangan, Tanah Laut, serta Hulu Sungai Utara diprakirakan berada dalam kondisi berawan tebal sepanjang hari, dengan peluang hujan yang relatif kecil namun tetap perlu diantisipasi.
BMKG mengimbau masyarakat Kalsel untuk selalu menyiapkan pelindung hujan, terutama menjelang meningkatnya aktivitas warga pada momen keagamaan 5 Rajab, yang biasanya melibatkan kegiatan di luar ruangan.
Kalteng Waspada! Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Meluas
Berbeda dengan Kalsel, hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. Daerah yang masuk dalam zona waspada antara lain Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Kapuas, Katingan, Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, Gunung Mas, Murung Raya, Sukamara, Lamandau, Seruyan, dan Pulang Pisau.
Kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau aktif di Samudra Hindia bagian barat daya Banten. Keberadaan sistem ini memengaruhi pola angin dan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan.
Selain itu, fenomena Cold Surge atau seruakan dingin dari Asia turut memperkuat intensitas hujan, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia. Kombinasi dua faktor ini membuat potensi cuaca buruk di Kalteng meningkat signifikan.






