Hukuman Gila-Gilaan! Gangster El Salvador Digulung Negara, Penjara Hingga 1.000 Tahun Jadi Vonis Akhir

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Otoritas El Salvador kembali mengirim pesan keras kepada dunia kejahatan. Ratusan anggota geng kriminal dijatuhi hukuman penjara superberat, bahkan hingga lebih dari 1.000 tahun, dalam langkah tegas pemerintah memberantas kekerasan yang telah menghantui negara tersebut selama puluhan tahun.

Kantor Jaksa Agung El Salvador mengumumkan bahwa 248 anggota geng jalanan Mara Salvatrucha (MS-13) resmi divonis bersalah atas serangkaian kejahatan brutal, termasuk 43 kasus pembunuhan dan 42 penghilangan paksa, serta berbagai tindak kriminal berat lainnya.

# Baca Juga :Mengerikan! BPOM Bongkar Kopi Ilegal Pemicu Gagal Ginjal hingga Gagal Jantung, Klaim Kejantanan Ternyata Berbahaya

# Baca Juga :Alarm Properti 2026! Harga Rumah Diprediksi Naik, Calon Pembeli Wajib Bersiap dari Sekarang

# Baca Juga :Panduan Lengkap Daftar Beasiswa PIP 2025! Ini Cara dan Syarat untuk Siswa SD, SMP, hingga SMA

# Baca Juga :Arsenal Vs Crystal Palace di Carabao Cup! The Eagles Datang ke Emirates Bawa Misi Kebangkitan

Dalam pernyataan resminya, otoritas menyebut hukuman tersebut sebagai “vonis yang patut menjadi contoh” bagi kelompok kriminal lain. Meski tidak dirinci kapan persidangan digelar atau apakah para terdakwa diadili secara massal, besarnya hukuman langsung menyita perhatian dunia internasional.

Melalui unggahan di media sosial X, Kejaksaan Agung El Salvador mengungkap bahwa satu terpidana dijatuhi hukuman total 1.335 tahun penjara. Sementara itu, 10 anggota geng lainnya menerima vonis antara 463 hingga 958 tahun penjara, mencerminkan tingkat kekejaman kejahatan yang mereka lakukan.

Era Tangan Besi Presiden Bukele

Gelombang vonis ekstrem ini merupakan bagian dari kebijakan keras Presiden Nayib Bukele, yang sejak Maret 2022 memberlakukan keadaan darurat nasional untuk memerangi geng kriminal. Kebijakan tersebut memungkinkan aparat melakukan penangkapan tanpa surat perintah.

Sejak saat itu, lebih dari 90.000 orang ditahan, menjadikannya salah satu operasi penegakan hukum terbesar dalam sejarah Amerika Tengah. Pemerintah menyebut sekitar 8.000 orang telah dibebaskan setelah dinyatakan tidak bersalah.

Klaim Sukses, Kritik Mengalir

Pemerintah El Salvador mengklaim operasi besar-besaran ini berhasil menurunkan angka pembunuhan ke level terendah sepanjang sejarah negara tersebut. Namun, di sisi lain, sejumlah organisasi hak asasi manusia (HAM) menuduh aparat keamanan melakukan penangkapan sewenang-wenang dan pelanggaran hak warga sipil.

Menurut data pemerintah, geng MS-13 dan rivalnya Barrio 18 bertanggung jawab atas sekitar 200.000 kematian dalam tiga dekade terakhir. Pada masa puncaknya, kedua geng tersebut menguasai hampir 80 persen wilayah El Salvador, menjadikan negara ini salah satu yang paling mematikan di dunia.