Peringatan Keras dari Europol
Direktur Eksekutif Europol, Catherine De Bolle, menegaskan bahwa integrasi sistem tanpa awak ke dunia kriminal sudah berlangsung saat ini, bukan sekadar ancaman masa depan.
“Kita harus bertanya pada diri sendiri bagaimana penjahat dan teroris akan memanfaatkan drone dan robot dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.
Ia menyamakan revolusi teknologi ini dengan kehadiran internet dan ponsel pintar, yang membuka peluang besar sekaligus menciptakan tantangan serius bagi keamanan global.
Sementara itu, ahli robotika dari University of Kent, Giovanni Luca Masala, menegaskan satu hal yang hampir pasti.
“Suka atau tidak, penjahat akan menggunakan setiap teknologi baru yang tersedia,” ujarnya, meski mengakui bahwa memprediksi kondisi dunia pada 2035 tetap penuh ketidakpastian karena pesatnya perkembangan teknologi.
Dengan waktu yang hanya terpaut satu dekade, dunia kini dihadapkan pada pertanyaan besar: siapkah manusia menghadapi masa depan ketika mesin bisa menjadi pelaku kejahatan?
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI









