JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Bencana banjir besar yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh menyisakan fakta memilukan. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengungkapkan bahwa sembilan desa dilaporkan hilang sepenuhnya, bukan sekadar rusak, akibat terjangan banjir dahsyat.
Pernyataan mengejutkan itu disampaikan Yandri saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Timur, usai menyerahkan bantuan perangkat komputer secara simbolis kepada para kepala desa, Senin (22/12/2025) petang.
# Baca Juga :Liverpool Dilanda Kabar Buruk! Alexander Isak Jalani Operasi, Waktu Comeback Masih Misteri
# Baca Juga :Detik-Detik Terakhir Menentukan! Gol Injury Time Salah Bawa Mesir Tumbangkan Zimbabwe di Piala Afrika 2025
# Baca Juga :Trump Bersih-Bersih Diplomatik! Puluhan Dubes Karier Era Biden Dipecat Massal
# Baca Juga :Proyek Gila China! Bikin Lubang Tembus Kerak Bumi hingga 10 Kilometer, Ungkap Rahasia Planet
“Memang ada sekitar sembilan desa, kalau tidak salah, yang hilang. Hilang, bukan rusak, tapi benar-benar hilang,” tegas Yandri.
Menurutnya, desa-desa tersebut sebelumnya merupakan kawasan permukiman warga. Namun pascabanjir, jejak desa lenyap secara fisik dan kini berubah menjadi alur sungai, menandakan besarnya kekuatan bencana yang terjadi.
Pendataan Menyeluruh Terus Dilakukan
Yandri memastikan Kemendes PDT tidak tinggal diam. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) untuk melakukan pendataan menyeluruh di wilayah terdampak.
Pendataan tersebut mencakup:
Desa yang hilang
Desa rusak berat
Desa rusak sedang
Desa rusak ringan
Desa terdampak banjir
Selain kerusakan fisik, jumlah korban jiwa di desa-desa yang hilang juga masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Meski demikian, Yandri menegaskan bahwa dampak sosialnya sangat besar.
“Yang paling terasa itu dampak sosialnya. Banyak warga mengungsi, banyak yang kehilangan rumah, itu jumlahnya sangat signifikan,” ujarnya.







