DRAMATIS! Arsenal Singkirkan Crystal Palace Lewat Adu Penalti 8-7, Arteta: Itu Sulit Diterima

KALIMANTANLIVE.COM – Arsenal memastikan satu tempat di babak semifinal Piala Liga Inggris 2025–2026 usai menyingkirkan Crystal Palace melalui laga penuh drama yang harus ditentukan lewat adu penalti dengan skor 8-7.

Dalam pertandingan perempat final yang digelar di Stadion Emirates, Rabu (24/12/2025) dini hari WIB, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir, sebelum Arsenal akhirnya keluar sebagai pemenang dalam adu ketegangan dari titik putih.

#baca juga:Aston Villa Tumbangkan Man United 2-1, Mimpi Juara Liga Inggris Terbuka Lebar: Unai Emery Rendah Hati tapi Ancaman Nyata!

#baca juga:Jadwal Liga Inggris Pekan 16: Salah Comeback! Liverpool Tantang Brighton, Arsenal Hadapi Wolves Demi Amankan Puncak Klasemen

#baca juga:Klasemen Liga Inggris: Arsenal Kini Hanya Unggul Lima Poin dari Manchester City

#baca juga:Klasemen Liga Inggris: Arsenal Menang di Derbi London Utara, Unggul Enam Poin di Puncak

Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui gol bunuh diri Maxence Lacroix pada menit ke-80. Namun, kemenangan di depan mata sirna setelah Marc Guehi mencetak gol penyama kedudukan untuk Crystal Palace pada menit 90+5, memaksa laga berlanjut ke babak adu penalti.

Di babak tos-tosan, delapan penendang Arsenal tampil sempurna. Martin Odegaard, Declan Rice, Bukayo Saka, Leandro Trossard, Mikel Merino, Riccardo Calafiori, Jurrien Timber, hingga William Saliba sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

Sementara dari kubu Crystal Palace, penalti hanya mampu dikonversi oleh Jean-Philippe Mateta, Devenny, Will Hughes, Sosa, Jefferson Lerma, Adam Wharton, dan Uche. Eksekusi Lacroix menjadi penentu kegagalan Palace setelah berhasil ditepis kiper Arsenal, Kepa Arrizabalaga.

Kemenangan ini memastikan The Gunners akan menjalani derbi London melawan Chelsea di babak semifinal Piala Liga Inggris musim ini.

Arteta: Secara Emosional Sulit Diterima

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengapresiasi performa dan mentalitas anak asuhnya meski mengakui hasil imbang di waktu normal terasa menyakitkan.

“Saya sangat senang dengan energi, kekompakan, dan kualitas tim, terutama mengingat banyaknya perubahan yang kami lakukan. Kami menghadapi tim yang sangat terorganisir dan jarang kebobolan, tetapi kami menciptakan banyak peluang,” ujar Arteta dikutip dari Sky Sports.

Menurut Arteta, Arsenal seharusnya bisa mengunci kemenangan lebih cepat. Namun kegagalan memaksimalkan peluang membuat Crystal Palace mampu bangkit di detik-detik akhir.

“Seharusnya selisihnya jauh lebih besar setelah 94 menit. Tapi kenyataannya tidak, dan ketika lawan memiliki kualitas dalam situasi bola mati, kami akhirnya kebobolan,” tambahnya.

Meski begitu, Arteta memuji ketenangan para pemainnya saat adu penalti.

“Secara emosional, itu sulit diterima setelah jalannya pertandingan. Namun kami tetap tenang dan menunjukkan kualitas luar biasa saat adu penalti,” tegasnya.

Glasner Tetap Bangga Meski Gagal

Di sisi lain, pelatih Crystal Palace Oliver Glasner tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya, terutama atas penampilan di babak kedua.

Ia secara khusus memuji kiper Walter Benitez, yang tampil gemilang dan menjaga Palace tetap bertahan dalam pertandingan.

“Babak kedua saya sangat bangga. Kiper kami luar biasa dan membuat kami tetap dalam permainan. Saya melihat tim yang benar-benar berbeda di babak kedua,” ujar Glasner.