Potensi Risiko Dinilai Serius
Meski Spotify memiliki katalog musik yang lebih besar dari 86 juta file audio yang diklaim dibajak, sejumlah pengamat menilai insiden ini tetap memiliki potensi risiko serius bagi industri musik digital.
CEO sekaligus co-founder startup legal-tech Third Chair, Yoav Zimmerman, menyebut bahwa secara teori, data dalam jumlah besar tersebut dapat memungkinkan pihak tertentu membangun versi “Spotify gratis” sendiri.
“Dengan kapasitas penyimpanan besar dan server media pribadi, secara teknis hal itu mungkin dilakukan, meski tetap akan terbentur persoalan hukum hak cipta,” jelas Zimmerman.
Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran soal keamanan data, perlindungan hak cipta, dan masa depan distribusi musik digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







