Ini Faktor Risiko Mobil Listrik yang Berpotensi Picu Kebakaran

Risiko tersebut semakin besar jika proses pengisian dilakukan di ruang sempit karena sistem pendinginan tidak dapat bekerja secara optimal.

Ia juga menyoroti kondisi bangunan di lokasi kejadian yang dinilai menyulitkan proses evakuasi.

BACA JUGA: BYD Siap Bentuk Perusahaan Pembiayaan untuk Perkuat Pasar Mobil Listrik di Indonesia

Garasi yang difungsikan sebagai gudang, akses keluar yang terbatas, serta bangunan bertingkat dengan teralis, membuat penghuni sulit menyelamatkan diri ketika api mulai membesar.

“Situasi seperti ini sering kali tidak disadari oleh orang awam. Padahal, ketika terjadi kebakaran akibat masalah kelistrikan, waktu penyelamatan sangat terbatas,” katanya.

Kariyanto menekankan pentingnya pemilik kendaraan memahami karakteristik mobil listrik yang berbeda dengan kendaraan bermesin pembakaran internal.

“Teknologi mobil listrik masih terus berkembang, sementara mobil berbahan bakar bensin sudah lebih dari 100 tahun dikembangkan. Karena itu, pemahaman terhadap aspek keselamatan mobil listrik menjadi sangat penting,” pungkasnya.

Sumber: Antaranews