JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Umat Islam mulai bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026. Memasuki penghujung tahun 2025, pencarian informasi terkait jadwal puasa semakin meningkat, mulai dari kepastian tanggal hingga hitung mundur hari menuju Ramadhan.
Bulan Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak ibadah, serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Tak heran jika banyak masyarakat mulai menghitung berapa hari lagi puasa akan dimulai.
# Baca Juga :Faktor Usia Jadi Penentu, Ini Alasan KH Ma’ruf Amin Mundur dari Jabatan Ketua Wantim MUI
# Baca Juga :Terjerat Kasus Korupsi Rp9,5 Miliar, LHKPN Bongkar Koleksi Mobil Mewah Bupati Bekasi Rp2,4 Miliar
# Baca Juga :DRAMATIS! Arsenal Singkirkan Crystal Palace Lewat Adu Penalti 8-7, Arteta: Itu Sulit Diterima
# Baca Juga :MELEDAK! Harga Pasaran Jay Idzes Tembus Rp173 Miliar, Rizky Ridho Resmi Pecahkan Rekor Pemain Lokal Termahal
Berdasarkan Kalender Hijriah 1447 H yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag), awal puasa Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Meski demikian, penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
Hitung Mundur Puasa Ramadhan 2026
Jika dihitung sejak Rabu, 24 Desember 2025, maka awal Ramadhan 1447 H diperkirakan tinggal 55 hari lagi. Perhitungan tersebut didasarkan pada rincian berikut:
Sisa hari Desember 2025 (24–31 Desember): 8 hari
Bulan Januari 2026: 31 hari
Bulan Februari 2026 hingga 17 Februari: 16 hari
Total keseluruhan menuju awal puasa Ramadhan 2026 adalah 55 hari terhitung sejak 24 Desember 2025.
Namun perlu dicatat, hitung mundur ini masih bersifat perkiraan dan dapat berubah sesuai hasil pengamatan hilal yang akan diputuskan melalui sidang isbat.
Cara Penentuan Awal Ramadhan di Indonesia
Di Indonesia, awal Ramadhan ditetapkan melalui sidang isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama dengan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, serta para pakar astronomi.
Penetapan dilakukan dengan mengombinasikan dua metode utama, yakni rukyat atau pengamatan hilal secara langsung dan hisab atau perhitungan astronomis. Keputusan sidang isbat inilah yang menjadi acuan resmi bagi umat Islam di Tanah Air.
Versi Muhammadiyah: Sama-sama 17 Februari
Sementara itu, Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal juga memproyeksikan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Meski kalender pemerintah dan Muhammadiyah sejauh ini sejalan, potensi perbedaan penetapan tetap terbuka, bergantung pada hasil rukyat dan keputusan resmi sidang isbat.






