BYD dan Mobil mengklaim oli mesin unggulan kelas 0W-20 yang mereka kembangkan memiliki ketahanan aus hingga 50 persen lebih tinggi dibandingkan standar industri.
Selain itu, stabilitas emulsifikasinya diklaim mencapai 2,5 kali lebih baik, sehingga mampu mengatasi permasalahan peningkatan uap air pada mesin hybrid selama pengoperasian suhu rendah dan perjalanan jarak pendek.
BACA JUGA: BYD Atto 3 Kini Tembus 650 Km Sekali Cas, Tenaga Meningkat tapi Harga Masih Sama
Sebagai informasi, pada Maret 2022 BYD resmi menghentikan produksi kendaraan bermesin bensin murni dan sepenuhnya berfokus pada pengembangan kendaraan listrik baterai (BEV) dan kendaraan plug-in hybrid (PHEV).
Portofolio kendaraan penumpang BYD saat ini mencakup seri Dynasty seperti Qin, Han, Tang, Song, dan Yuan, serta seri Ocean yang meliputi Dolphin, Seal, Sealion, dan Seagull. BYD juga memiliki sejumlah sub-merek premium, antara lain Denza, Yangwang, dan Fang Cheng Bao.
Dari Januari hingga November 2025, penjualan kumulatif BYD di China mencapai 4,182 juta unit, meningkat 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan di luar China tercatat lebih dari 910.000 unit, termasuk 159.869 unit di Eropa atau tumbuh 276 persen secara tahunan.
Hingga akhir November 2025, total penjualan kumulatif global kendaraan energi baru BYD telah mencapai 14,7 juta unit.
Sumber: Antaranews







