Dunia Bereaksi Keras! 14 Negara Kecam Rencana Israel Bangun Permukiman Baru di Tepi Barat

KALIMANTANLIVE.COM – Gelombang kecaman internasional kembali menghantam Israel. Sebanyak 14 negara, termasuk Prancis, Inggris, dan Jerman, secara tegas mengecam keputusan Israel yang menyetujui pembangunan 19 permukiman Yahudi baru di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967.

Kecaman tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama yang dirilis Kementerian Luar Negeri Prancis dan dikutip AFP, Kamis (25/12/2025). Negara-negara yang menandatangani pernyataan itu antara lain Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Islandia, Irlandia, Jepang, Malta, Belanda, Norwegia, Spanyol, serta Inggris Raya.

# Baca Juga :HARGA MELONJAK GILA! Jay Idzes Tembus 5 Bek Tengah Termahal Asia, Nilainya Nyaris Rp200 Miliar

# Baca Juga :VIRAL & BIKIN MIRIS! Tylor Chase Bongkar Kisah Hidupnya: Dari Bintang Nickelodeon Kini Hidup di Jalanan

# Baca Juga :MERAH PUTIH DILECEHKAN! Publik Indonesia Menanti Langkah Tegas Inggris Usai Aksi Provokatif Bonnie Blue

# Baca Juga :Fenomena Mobil Bekas 0 Km Menggila di China, Ekspor Melonjak Drastis hingga Ratusan Ribu Unit

Dalam pernyataan tersebut, ke-14 negara menegaskan penolakan keras terhadap keputusan kabinet keamanan Israel yang menyetujui perluasan permukiman di wilayah pendudukan.

“Kami menegaskan kembali penentangan kami yang jelas terhadap segala bentuk aneksasi dan kebijakan perluasan permukiman,” bunyi pernyataan bersama tersebut.

Mereka menilai langkah sepihak Israel melanggar hukum internasional dan berpotensi merusak stabilitas kawasan, terutama saat upaya diplomatik tengah dilakukan untuk menjaga gencatan senjata yang rapuh di Gaza dan mendorong pelaksanaan fase kedua kesepakatan damai.

Negara-negara tersebut mendesak Israel agar segera membatalkan keputusan pembangunan permukiman baru dan menghentikan seluruh bentuk perluasan di Tepi Barat.

Selain itu, mereka kembali menegaskan komitmen kuat terhadap solusi dua negara, yakni Israel dan Palestina hidup berdampingan sebagai dua negara demokratis yang merdeka, damai, dan aman.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich secara terbuka mengumumkan persetujuan pembangunan permukiman tersebut. Ia bahkan menyatakan bahwa langkah itu ditujukan untuk mencegah terbentuknya negara Palestina, sebuah pernyataan yang memicu kecaman luas dari komunitas internasional.

Israel diketahui menduduki Tepi Barat sejak Perang Timur Tengah tahun 1967. Di luar Yerusalem Timur yang telah dianeksasi Israel, saat ini lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di permukiman-permukiman Tepi Barat, berdampingan dengan sekitar tiga juta warga Palestina.