“Kebetulan saya lagi salat Isya dia menunggu selesai untuk izin berangkat, setelah saya selesai dia salaman dan pamit, nah dua jam kemudian dia mengirim pesan ke ibunya mengabarkan kalau sudah sampai ke Banjarmasin, setelah itu sampai dapat kabar tidak ada sama sekali dia bekabar atau kami yang menghubungi, karena sudah biasa,” kisah Sarmani.
Padahal kata Sarmani pada temuan itu ia melihat di grup relawan emergency tentang temuan tersebut. Namun tak menduga sama sekali bahwa itu putrinya.
“Tahunya pas dihubungi kepolisian dan melihat foto wajah putri saya. Yakin itu Dilla karena baju yang dikenakan pakaian sebelum pamit pulang ke Banjarmasin,” ungkapnya.
Sarmani membeberkan bahwa sepeda motor, dua buah handphone serta gelang emas dipergelangan putrinya raib.
” Gelangnya 10 gram, dan semua dompet dan tasnya juga tidak ada,” katanya.
Sarmani pun berharap kasus ini dapat terungkap. Dia pun meminta autopsi agar terungkap jelas bagaimana kematian putrinya.
“Kalau punya pacar saya tidak tahu, tapi katanya ada seseorang yang mengirim pesan mengajak ketemuan, siapa itu saya tidak tahu. Biar kepolisian dapat mengungkapnya,” harapnya.
Berdasarkan informasi dihimpun di lapangan, ditemukan ada bekas jeratan dileher dan kedua lengannya seperti bekas diikat.
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Utara Ipda Hafiz Satria Arianda membenarkan bahwa identitas korban adalah Zahra Dilla.
“Benar itu korban Zahra Dilla, tadi orang tuanya sudah datang mengenali ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Hafiz.
“Untuk pelaku masih kami selidiki,” pungkasnya.
Kalimantanlive.com
Frans







