Identitas Mayat Perempuan di Depan Kampus STIHSA Banjarmasin Terkuak

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Misteri jasad perempuan yang ditemukan tanpa identitas di got atau saluran air di kawasan kampus STIHSA Banjarmasin di Jalan Pangeran Hidayatullah, pada Rabu (24/12/2025) akhirnya terkuak.

Setelah sempat berstatus Mrs X, korban diketahui bernama Zahra Dilla (20) yang merupakan warga Lok Tamu, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar.

Kepastian identitas tersebut, setelah kedua orang tuanya mendatangi kamar pemulasaraan jenazah RSUD Banjarmasin, pada pukul Rabu sore dengan maksud untuk mengecek apakah perempuan tersebut putrinya. Benar saja, kedua orang tuanya menyatakan kalau jasad itu adalah putri mereka.

Baca juga : Geger, Mayat Perempuan Ditemukan di Sebuah Got di Banjarmasin

Korban pun diketahui merupakan salah seorang mahasiswi semester 5 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Salah seorang rekan korban, Ariska mengungkapkan sempat melihat korban membuat postingan di WhatApp nya, yang dianggapnya postingan itu buruk. Itu terjadi pada pukul 02.04 Dini hari. Ariska pun buru-buru mengomentari dan menanyakan ada apa dengannya.

Namun, Dilla tak merespons sama sekali, Ariska pun langsung memberikan kabar ke grup WhatApp yang hanya beranggotakan empat orang teman sesama satu jurusan.

“Digrup itu Dilla menjawab sekitar pukul 03.30 Wita, dia bilang minta maaf. Pokoknya saya bingung itu bukan prilaku Dilla, dan sempat bertanya-tanya juga, apa dengan dia, nah setelah membalas percakapan digrup, hilang kontak sama sekali,” kata Ariska.

Ariska pun sempat mencoba kembali mengontak dan mencari tahu, setelahnya mendapat kabar tentang kejadian temuan mayat dan seorang anggota kepolisian menghubungi dirinya, meminta untuk datang ke Kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.

“Saya kenal baik dan begitu juga tiga teman di grup itu, kami temanan sejak awal semester 1. Anaknya baik, rame, supel juga, dia juga tidak ada curhat tentang masalah pribadi atau asmara, tidak ada sama sekali,” kisahnya.

Sarmani, (55) ayah korban mengaku tak mengira dengan kabar yang diterimanya dari kepolisian. Sarmani yang datang dengan istrinya didampingi kerabatnya, menceritakan bahwa Dilla merupakan anak sulungnya dari tiga bersaudara.

“Kuliahnya di ULM dan indekos di kawasan Kayu Tangi 2, putri saya semester 5 di ULM,” ucapnya.

Bakda Isya beber Sarmani dia pamit dari rumah untuk pulang kembali ke indekos, mengendarai motor Honda Vario yang sering digunakanya melaksanakan kuliah.