Skema Tadpole P2P Lending: Solusi Cepat atau Risiko Tersembunyi?

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Skema pembayaran tadpole (front-loaded installments) pada pinjaman online resmi OJK kembali menjadi sorotan.

Skema ini mengharuskan peminjam membayar cicilan besar di awal, lalu mengecil di periode berikutnya. Bagi pelaku usaha ultra mikro, skema ini dianggap membantu. Namun bagi konsumen umum, risikonya dinilai cukup serius.

BACA JUGA: OJK Terbitkan Aturan Paylater untuk Tekan Risiko Pembiayaan Digital

Dua Sudut Pandang yang Bertolak Belakang

Versi Industri (AFPI)

Ketua Umum AFPI, Entjik Djafar, menilai:

  • Skema tadpole sangat diminati pedagang kecil
  • Membantu meringankan beban cicilan ke depan
  • Tingkat komplain sangat rendah
  • Menjadi ruang relaksasi industri di tengah ekonomi melambat

Versi Pengamat (Segara Research Institute)

Direktur Eksekutif Segara Institute, Piter Abdullah, mengingatkan:

  • Banyak borrower tidak sadar beban riil
  • Cicilan awal bisa mencapai 50%–75% dari total pinjaman
  • Bunga efektif bisa melonjak 4–5 kali lipat