JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pemandangan mencengangkan terjadi di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung). Lobi gedung nyaris tertutup oleh gunungan uang tunai senilai Rp6,6 triliun, hasil rampasan perkara korupsi dan denda administratif penyalahgunaan kawasan hutan.
Uang tersebut dipamerkan di lobi Gedung Jampidsus Kejagung dan disusun menggunung hingga hampir menutupi pintu utama gedung. Seluruh uang berupa pecahan Rp100 ribu, dikemas rapi dalam plastik dan ditumpuk bertingkat, menciptakan pemandangan yang menyita perhatian publik.
# Baca Juga :Dunia Bereaksi Keras! 14 Negara Kecam Rencana Israel Bangun Permukiman Baru di Tepi Barat
# Baca Juga :TRANSFER BESAR! Man City Menangi Perburuan Antoine Semenyo, Klub Raksasa Liga Inggris Tersingkir
# Baca Juga :Bruno Fernandes Absen Lama, Amorim Tantang Skuad MU: Bisa Main Bagus Tanpa Sang Jenderal?
# Baca Juga :Wajah Jake Paul Dibikin Hancur Anthony Joshua, Sang Ibu Murka dan Serang Promotor
Total dana yang diserahkan kepada negara mencapai Rp6.625.294.190.469. Rinciannya, Rp4,2 triliun berasal dari hasil rampasan perkara korupsi yang ditangani Kejagung, sementara Rp2,4 triliun merupakan hasil penagihan denda administratif atas penyalahgunaan kawasan hutan.
Prosesi penyerahan dilakukan langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan disaksikan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga CEO Danantara Rosan Roeslani.
Prabowo Soroti Kerja Sunyi Satgas PKH
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dinilainya bekerja keras tanpa sorotan publik.
“Saya berterima kasih atas nama negara dan rakyat Indonesia. Saudara-saudara bekerja di medan yang sangat sulit, memverifikasi jutaan hektare lahan dan menghadapi perlawanan dari korporasi yang melanggar hukum,” ujar Prabowo.
Ia mengungkapkan, Satgas PKH kerap menghadapi intimidasi, mulai dari preman bayaran hingga masyarakat yang dihasut, di lokasi-lokasi terpencil yang luput dari perhatian media.
“Semua itu dilakukan jauh dari kamera, influencer, dan sorotan publik. Namun saudara tetap bekerja dengan penuh kesetiaan kepada negara,” tegasnya.
Prabowo menegaskan bahwa Rp6,6 triliun tersebut baru sebagian kecil dari kerugian negara akibat keserakahan dan pelanggaran hukum di sektor kehutanan.
“Sejak awal saya menerima mandat, saya bertekad melawan korupsi dan perampokan kekayaan negara. Kita bentuk Satgas PKH, tidak pandang bulu, tidak boleh dilobi siapa pun. Selamatkan kekayaan negara,” tegas Prabowo.
Satgas PKH Kembali Kuasai Ratusan Ribu Hektare Hutan
Dalam kesempatan yang sama, Satgas PKH juga menyerahkan kembali 896.969 hektare kawasan hutan yang sebelumnya dikuasai tanpa izin. Lahan tersebut kini resmi kembali ke tangan negara.









