DRAMA VAR & KARTU MERAH! Penalti Mohamed Salah Antar Mesir Jadi Tim Pertama Lolos ke Fase Gugur Piala Afrika 2025

KALIMANTANLIVE.COM – Timnas Mesir mencatat sejarah sebagai tim pertama yang memastikan tiket ke fase gugur Piala Afrika 2025. Kepastian itu diraih usai The Pharaohs menumbangkan Afrika Selatan dengan skor tipis 1-0 pada laga Grup B yang berlangsung di Agadir, Maroko, Jumat (26/12/2025).

Gol kemenangan Mesir dicetak oleh sang kapten Mohamed Salah melalui eksekusi penalti tepat menjelang turun minum, tepatnya pada menit ke-45. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus membawa Mesir mengoleksi enam poin dari dua pertandingan.

# Baca Juga :Mohamed Salah “Comeback” di Anfield! Hubungan dengan Arne Slot Mencair atau Sekadar Redam Badai?

# Baca Juga :Mohamed Salah Raih Gelar PFA Player of the Year 2024/2025, Catatkan Sejarah Baru

# Baca Juga :Luar Biasa! Mohamed Salah Rajai Premier League 2024/2025: Top Skor Sekaligus Raja Assist!

# Baca Juga :Hasil Girona vs Liverpool Liga Champions, Gol Mohamed Salah Jaga Rekor Sempurna The Reds

Dengan raihan sempurna tersebut, Mesir dipastikan finis minimal di posisi dua besar Grup B dan mengamankan satu tempat di babak 16 besar Piala Afrika 2025.

Penalti Kontroversial Warnai Kemenangan Mesir

Keputusan penalti untuk Mesir menjadi sorotan utama laga. Wasit asal Burundi menunjuk titik putih setelah meninjau VAR dan menilai bek Afrika Selatan, Khuliso Mudau, melakukan pelanggaran terhadap Mohamed Salah di dalam kotak penalti.

Salah yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Penyerang Liverpool itu mengeksekusi penalti dengan tenang, mengecoh kiper Ronwen Williams dan membawa Mesir unggul 1-0.

Keputusan tersebut menuai protes keras dari kubu Afrika Selatan. Pelatih Bafana Bafana, Hugo Broos, secara terbuka mempertanyakan penalti yang diberikan kepada Mesir.

“Penalti itu sangat konyol. Bahkan pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengatakan kepada saya setelah pertandingan bahwa dia juga terkejut itu dianggap penalti,” ujar Broos kepada AFP.

Broos juga menyoroti insiden di akhir laga yang menurutnya layak berbuah penalti bagi Afrika Selatan. Ia menilai ada handball pemain Mesir yang diabaikan wasit.

Mesir Bertahan dengan 10 Pemain

Drama pertandingan belum berakhir. Pada masa injury time babak pertama, Mesir harus kehilangan Mohamed Hany setelah bek kanan tersebut menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Teboho Mokoena.

Kartu merah itu memaksa Mesir bermain dengan 10 pemain sepanjang babak kedua. Keunggulan jumlah pemain membuat Afrika Selatan tampil lebih menekan dan mengurung pertahanan Mesir.

Meski demikian, kiper veteran Mohamed El Shenawy tampil luar biasa. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan tembakan Lyle Foster serta situasi berbahaya dari bola mati Afrika Selatan.

Di sisi lain, Mesir juga hampir menggandakan keunggulan lewat peluang Emam Ashour. Namun, Ronwen Williams berhasil melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga harapan Afrika Selatan.