KALIMANTANLIVE.COM – Uni Emirat Arab (UEA) tengah berada dalam status waspada menyusul ancaman cuaca ekstrem berupa badai pasir disertai angin kencang yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Desember. Kondisi ini diperparah dengan lonjakan populasi nyamuk yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
National Centre of Meteorology (NCM) mengeluarkan peringatan resmi kepada warga dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan. Angin kencang diprediksi membawa debu dan pasir dalam jumlah besar, yang dapat menurunkan jarak pandang secara drastis, membahayakan aktivitas berkendara, serta meningkatkan paparan partikel debu di udara.
# Baca Juga :VIRAL TURBULENSI GA 712! Garuda Indonesia Tegaskan Tak Ada Kru Patah Tulang, Hanya Alami Luka Ringan
# Baca Juga :VIRAL & DISOROT PUBLIK! Ayu Aulia Bantah Dilantik Jadi Tim Kreatif Kemhan RI, Ini Klarifikasinya
# Baca Juga :VIRAL! Gedung Bundar Kejagung Nyaris Tertutup Gunungan Uang Rp6,6 Triliun Hasil Rampasan Negara
# Baca Juga :VIRAL & BIKIN MIRIS! Tylor Chase Bongkar Kisah Hidupnya: Dari Bintang Nickelodeon Kini Hidup di Jalanan
NCM mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh panduan keselamatan selama cuaca berdebu, termasuk mengurangi kecepatan kendaraan, menghindari pengereman mendadak, serta tetap disiplin berlalu lintas. Aktivitas di luar ruangan juga disarankan untuk dibatasi guna menghindari dampak buruk debu terhadap kesehatan.
Warga diminta menutup pintu dan jendela rumah, serta hanya mengandalkan informasi cuaca dari sumber resmi demi menghindari kepanikan akibat informasi yang tidak terverifikasi.
Angin Kencang hingga 50 Km/Jam, Laut Berbahaya
Cuaca ekstrem diperkirakan memuncak pada Senin (29/12/2025). Sejumlah wilayah UEA diprediksi mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan, dengan peluang hujan di kawasan pesisir, wilayah utara, dan timur.
Angin barat daya hingga barat laut bertiup dengan kecepatan 15–30 km/jam dan berpotensi meningkat hingga 45 km/jam, menyebabkan debu beterbangan luas. Kondisi laut diperkirakan sedang hingga bergelombang tinggi, berisiko bagi aktivitas pelayaran.
Situasi serupa diprediksi berlanjut pada Selasa (30/12/2025). Angin barat laut diperkirakan menguat hingga 50 km/jam, membawa pasir dan debu lebih tebal, sementara kondisi laut dapat berubah menjadi kasar hingga sangat kasar. Suhu udara juga diprediksi menurun, dengan peluang hujan di wilayah utara dan timur pada siang hari.
Pada Rabu (31/12/2025), angin kencang masih bertahan dengan langit berawan di wilayah pesisir, pulau-pulau, dan kawasan pedalaman. Kondisi laut tetap dinilai berbahaya bagi nelayan dan pengguna transportasi laut.
Cuaca diperkirakan mulai membaik pada Kamis (1/1/2026). Langit cerah hingga berawan diprediksi kembali mendominasi, angin melemah, dan kondisi laut berangsur normal. Namun, kelembapan udara meningkat pada malam hingga pagi hari, yang berpotensi memicu masalah kesehatan lain.







