MOGADISHU, KALIMANTANLIVE.COM – Kelompok milisi Al Shabaab di Somalia menyatakan diri sebagai musuh terbaru Israel, menyusul keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang mengakui kemerdekaan Somaliland pada Jumat (26/12/2025).
Al Shabaab menegaskan pada Sabtu (27/12/2025) bahwa mereka akan menentang segala upaya Israel untuk memanfaatkan wilayah Somaliland. Langkah Netanyahu ini menjadikan Israel sebagai negara pertama yang mengakui pemisahan Somaliland dari Somalia sejak 1991.
# Baca Juga :SEPAK BOLA BERDUKA! Kapal Wisata Terbalik di Labuan Bajo, Pelatih Valencia CF dan Tiga Anak Meninggal Dunia
# Baca Juga :MELEDAK DI BOX OFFICE! Avatar: Fire and Ash Raih Rp 12,7 Triliun dalam Dua Pekan, China Jadi Mesin Uang Terbesar
# Baca Juga :FINAL PANAS AFF FUTSAL U19! Indonesia Tantang Thailand Malam Ini, Live MNCTV Pukul 19.00 WIB
# Baca Juga :ANJL0K DI BOX OFFICE! 9 Film Hollywood Paling Gagal 2025, Karya Bong Joon Ho Ikut Tersungkur
“Kami tidak akan menerimanya, dan kami akan melawannya,” ujar juru bicara Al Shabaab, Ali Dheere, dikutip AFP. Dheere menilai pengakuan Israel merupakan upaya memperluas pengaruh ke wilayah Somalia dan mengecam warga Somalia yang menyambut pengakuan tersebut dengan antusias.
“Ini penghinaan tingkat tertinggi melihat sebagian warga Somalia merayakan pengakuan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,” kata Dheere.
Konflik dengan Al Shabaab menambah daftar musuh Israel yang sudah meliputi Hamas, Hizbullah, Houthi, Iran, dan beberapa kelompok bersenjata lainnya. Meskipun keamanan di Mogadishu membaik, perang bersenjata masih terus berlangsung di sejumlah wilayah Somalia, tempat Al Shabaab aktif selama hampir dua dekade.
Somalia dan Negara Lain Kecam Pengakuan Israel
Pemerintah Somalia mengecam keras pengakuan Israel atas Somaliland dan menilai langkah itu melanggar kedaulatan nasional. Dukungan penolakan datang pula dari Uni Afrika, dengan Kepala Uni Afrika Mahamoud Ali Youssouf menekankan pentingnya menghormati batas wilayah dan integritas Somalia.
“Setiap upaya mengakui Somaliland sebagai entitas independen harus ditolak. Somaliland tetap bagian integral dari Republik Federal Somalia,” tegas Youssouf.
Turkiye dan Mesir juga menyuarakan penolakan. Pemerintah Ankara menyebut pengakuan Israel sebagai bentuk campur tangan terang-terangan dalam urusan dalam negeri Somalia. Sementara Kementerian Luar Negeri Mesir menekankan pentingnya persatuan, kedaulatan, dan integritas wilayah sebagai pilar stabilitas sistem internasional.







