Real Madrid Berduka atas Wafatnya Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya dalam Tragedi Laut Indonesia

KALIMANTANLIVE.COM – Duka mendalam menyelimuti dunia sepak bola internasional menyusul wafatnya Fernando Martin Carreras, pelatih Valencia CF Femenino B, bersama tiga anaknya dalam kecelakaan kapal tragis di perairan Indonesia. Gelombang belasungkawa pun mengalir, termasuk dari Real Madrid, rival abadi Valencia di kancah sepak bola Spanyol.

# Baca Juga :SEPAK BOLA BERDUKA! Kapal Wisata Terbalik di Labuan Bajo, Pelatih Valencia CF dan Tiga Anak Meninggal Dunia

# Baca Juga :FINAL PANAS AFF FUTSAL U19! Indonesia Tantang Thailand Malam Ini, Live MNCTV Pukul 19.00 WIB

# Baca Juga :ANJL0K DI BOX OFFICE! 9 Film Hollywood Paling Gagal 2025, Karya Bong Joon Ho Ikut Tersungkur

# Baca Juga :PERANG TAK TERELAKKAN! Al Shabaab Siap Hancurkan Israel Usai Netanyahu Akui Somaliland

Melalui unggahan resmi di Instagram klub, Real Madrid menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas tragedi memilukan yang terjadi di perairan dekat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 26 Desember 2025.

Dalam pernyataan resminya, manajemen Real Madrid menegaskan solidaritas kemanusiaan yang melampaui rivalitas di atas lapangan hijau.

“Presiden Real Madrid, Dewan Direksi, dan seluruh keluarga besar klub menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Fernando Martin, pelatih Valencia CF Femenino B, serta tiga anaknya dalam kecelakaan kapal tragis di Indonesia,” tulis Real Madrid.

Klub berjuluk Los Blancos itu juga secara khusus menyampaikan simpati dan dukungan moril kepada Andrea, istri Fernando Martin, serta Mar, putri bungsunya, yang dilaporkan selamat dari insiden maut tersebut.

“Real Madrid ingin menyampaikan keprihatinan yang mendalam, kasih sayang, serta belasungkawa tulus kepada istri dan putrinya di tengah masa yang sangat sulit ini,” lanjut pernyataan klub.

Tak hanya itu, Real Madrid juga menyampaikan rasa duka kepada seluruh keluarga besar, kerabat, serta komunitas Valencia CF, yang kehilangan sosok pelatih dan figur keluarga dalam tragedi yang mengguncang publik sepak bola Eropa.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa nilai kemanusiaan dan solidaritas tetap berada di atas rivalitas, bahkan di antara klub-klub besar yang kerap bersaing sengit di La Liga. Dunia sepak bola pun bersatu dalam doa untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

(kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI