KALIMANTANLIVE.COM – Raksasa semikonduktor dunia Nvidia resmi menuntaskan aksi strategis besar dengan mengakuisisi sebagian saham Intel senilai 5 miliar dolar AS atau setara Rp 83,8 triliun. Transaksi ini menandai babak baru hubungan dua pemain utama industri chip global yang sebelumnya dikenal sebagai rival.
Investasi Nvidia ke Intel sebenarnya telah tercium publik sejak pertengahan September 2025. Setelah melalui proses regulasi selama hampir tiga bulan, kesepakatan tersebut akhirnya rampung dan dikonfirmasi selesai pada 26 Desember 2025.
# Baca Juga :SKANDAL MISS UNIVERSE MEMANAS! Anne Jakrajutatip Divonis 2 Tahun Penjara, Menghilang dan Masuk Daftar Buronan
# Baca Juga :FENOMENA IDGITAF! “Sedia Aku Sebelum Hujan” Meroket, Raih 16,8 Juta Pendengar Bulanan di Spotify
# Baca Juga :UPDATE HARGA EMAS TERKINI! UBS dan Galeri24 Melemah, Antam Masih Kokoh di Akhir 2025
# Baca Juga :UPDATE KONFLIK DI TAMBANG EMAS KETAPANG! WNA China Bentrok dengan TNI, Dua WNA Jadi Tersangka
Dalam transaksi ini, Nvidia membeli 214,7 juta saham Intel dengan harga 23,28 dolar AS per saham. Dengan pembelian tersebut, Nvidia kini menguasai sekitar 4 persen saham Intel, menjadikannya salah satu pemegang saham signifikan perusahaan pembuat prosesor legendaris itu.
Dana Segar Langsung Masuk Kas Intel
Intel menegaskan bahwa saham yang dibeli Nvidia diterbitkan langsung melalui skema private placement, bukan lewat pasar saham terbuka. Artinya, dana segar dari transaksi ini langsung mengalir ke kas Intel untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Meski menjadi pemegang saham besar, Nvidia dipastikan tidak mendapatkan hak istimewa tambahan. Tidak ada kursi dewan direksi maupun akses informasi khusus yang diberikan. Nvidia memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti pemegang saham Intel lainnya.
Langkah ini dipandang sebagai sinyal kepercayaan kuat Nvidia terhadap masa depan Intel, yang dalam beberapa tahun terakhir tengah berjuang bangkit di tengah tekanan bisnis dan ketatnya persaingan industri semikonduktor global.
Kolaborasi Chip x86 untuk Era AI
CEO Nvidia Jensen Huang sebelumnya menyebut kerja sama ini sebagai sebuah “kemitraan bersejarah”. Ia mengungkapkan bahwa Nvidia dan Intel telah mengembangkan arsitektur chip bersama selama lebih dari satu tahun.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan CPU, server, dan PC yang dirancang khusus untuk menopang kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Ke depan, kedua perusahaan berencana menghadirkan berbagai produk bersama untuk pasar data center dan komputer pribadi.
Salah satu proyek ambisius yang disiapkan adalah CPU x86 rancangan Nvidia yang ditujukan untuk ekosistem AI. Selain itu, Nvidia dan Intel juga akan mengembangkan chip PC yang menggabungkan inti CPU Intel dengan GPU Nvidia RTX, dihubungkan melalui teknologi NVLink.







