“Penularannya yang cepat inilah kemungkinan membuat masyarakat menyebutnya sebagai Superflu,” jelas Nastiti.
Dalam kondisi normal, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ini kepada dua hingga tiga orang di sekitarnya. Bahkan, sejumlah ahli di luar negeri menduga angka penularannya bisa lebih tinggi, meski masih membutuhkan penelitian lanjutan.
Influenza A H3N2 subclade K juga diketahui memiliki laju evolusi virus yang tinggi. Gejala yang muncul dapat bervariasi, mulai dari demam tinggi, kelelahan ekstrem, nyeri otot, menggigil, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, hingga kondisi berat yang memerlukan perawatan medis.
IDAI pun kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada dengan menjaga kebersihan, memperkuat imunitas, dan melengkapi imunisasi sebagai langkah perlindungan terbaik.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI










