KALIMANTANLIVE.COM – Dunia ilmu pengetahuan kembali diguncang penemuan spektakuler. Para ilmuwan di India berhasil mengungkap fosil ular prasejarah raksasa dengan panjang diperkirakan mencapai 15 meter, menjadikannya salah satu ular terbesar yang pernah menghuni Bumi dan berpotensi melampaui Titanoboa, ikon ular purba raksasa yang selama ini memegang rekor.
Fosil luar biasa ini ditemukan di tambang lignit Panandhro, wilayah Gujarat, India barat. Tim peneliti mengamankan 27 tulang belakang (vertebrae) yang tersusun relatif rapi, kondisi langka yang memberi gambaran jelas mengenai ukuran dan struktur tubuh sang reptil purba.
# Baca Juga :SIAP TEMPUR LAYANI JAMAAH! Calon Petugas Haji 2026 Wajib Ikuti Diklat Semi-Militer Berbasis Barak, Ini Tujuannya
# Baca Juga :TEGAS TANPA KOMPROMI! Arab Saudi Bekukan Perusahaan Umrah yang Telantarkan Jamaah Tanpa Akomodasi
# Baca Juga :DRAMA VAR DI OLD TRAFFORD! Gol Patrick Dorgu Dianulir, Manchester United Ditahan Wolves 1-1
# Baca Juga :VISUAL DEWA K-POP Mendunia! Deretan Idol Korea Kuasai Daftar 100 Pria Tertampan di Dunia 2025 Versi TC Candler
Berdasarkan analisis stratigrafi dan morfologi tulang, ular ini diperkirakan hidup sekitar 56 juta tahun lalu, tak lama setelah kepunahan massal dinosaurus. Periode tersebut dikenal sebagai masa ketika suhu global Bumi jauh lebih panas dibandingkan era modern.
Predator Rawa Pengintai Mematikan
Ular purba ini diberi nama Vasuki indicus, terinspirasi dari sosok ular raksasa dalam mitologi India. Para ilmuwan meyakini Vasuki merupakan predator rawa yang bergerak lambat namun mematikan, mengandalkan strategi menyergap mangsa sebelum melumpuhkannya dengan lilitan kuat, mirip anaconda dan python masa kini.
Peneliti utama, Debajit Datta dari Indian Institute of Technology Roorkee, menjelaskan bahwa ukuran ekstrem Vasuki mencerminkan gaya hidupnya sebagai pemburu penyergap.
“Dengan tubuh sebesar ini, Vasuki kemungkinan besar bukan pemburu aktif. Ia menunggu mangsa mendekat, lalu melumpuhkannya dengan cara mencekik, seperti anaconda dan python modern,” ungkap Datta dalam keterangannya.
Lingkungan rawa pesisir yang lembap dan kaya mangsa, ditambah suhu global yang tinggi, diyakini menjadi faktor utama yang memungkinkan evolusi reptil raksasa semacam ini.







