Gubernur Kalsel Perintahkan Siaga Darurat, Maksimalkan Penanganan Banjir dan Cuaca Ekstrem

Berdasarkan data sementara, bencana banjir berdampak pada delapan daerah, yakni Kabupaten Balangan, Banjar, Tabalong, Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut.

Tercatat sebanyak 16.999 kepala keluarga atau 50.585 jiwa terdampak, dengan 1.166 jiwa terpaksa mengungsi. Sebanyak 7.431 rumah terendam, 14 rumah mengalami kerusakan, serta puluhan fasilitas publik terdampak, terdiri dari 33 sekolah, 30 rumah ibadah, 4 fasilitas layanan kesehatan, 20 fasilitas umum, dan 2 pasar.

BACA JUGA: Rakorwasda 2025, Gubernur Kalsel Tekankan Sinergi Pengawasan untuk Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Gubernur secara khusus memerintahkan daerah yang telah menetapkan status siaga darurat, yakni Banjarbaru, Banjar, HST, HSU, dan Balangan, untuk mengaktifkan posko komando selama 24 jam dengan kesiapan personel penuh.

“Daerah lain diminta tetap siaga dan segera menetapkan status darurat apabila kondisi memburuk. Seluruh peralatan evakuasi seperti perahu karet, tenda pengungsian, dan perlengkapan darurat harus sudah berada di titik-titik rawan,” ujarnya.

Mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh kepala daerah diwajibkan memantau peringatan dini cuaca secara berkala.

Mengingat pengalaman banjir besar Kalsel pada Januari 2021, Gubernur menekankan pengawasan ketat terhadap debit sungai utama seperti Barito, Martapura, Riam Kiwa, Balangan, Tabalong, dan Amandit.

Pemerintah daerah juga diminta memastikan ketersediaan logistik pangan minimal untuk dua pekan ke depan.