BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat penanganan bencana banjir, cuaca ekstrem, serta tanah longsor di wilayah Kalimantan Selatan.
Arahan tersebut disampaikan melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, saat memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana yang digelar secara virtual dari Command Center Pemprov Kalsel, Selasa (30/12/2025).
BACA JUGA: Tenaga Ahli Gubernur Kalsel Dorong Pelestarian Balogo Lewat Festival Olahraga Tradisional di TMII
Gubernur menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan langkah penanganan bencana.
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto). Tidak boleh ada ego sektoral antarinstansi. Semua pihak harus bergerak cepat dan tepat,” tegas Syarifuddin saat membacakan arahan Gubernur.
Gubernur menginstruksikan evaluasi cepat dan menyeluruh terhadap kejadian banjir dan banjir bandang yang terjadi pada 27 Desember 2025.
Evaluasi meliputi kecepatan evakuasi warga, distribusi bantuan logistik, serta memastikan tidak ada masyarakat yang terisolasi tanpa bantuan.
Selain itu, pemerintah daerah diminta segera melakukan pendataan dan pemetaan ulang terhadap fasilitas umum dan infrastruktur yang rusak sebagai dasar percepatan pemulihan pascabencana.







