Jadi Kado Akhir Tahun, Akselerasi ODF Kota Banjarmasin Rampung 100 Persen

Menurutnya, tantangan terbesar bukan terletak pada pembangunan fisik jamban yang sehat, melainkan mengubah stigma masyarakat, terutama bagi mereka yang bermukim di bantaran sungai dan telah terbiasa menggunakan sungai dalam aktivitas sehari-hari.

“Prinsipnya kita apresiasi deklarasi hari ini, apalagi komitmen bersama ini sudah 100 persen dicapai. Seharusnya dan idealnya tidak ada lagi jamban-jamban di sungai kita,” tegas Ananda.

Baca juga : Hadapi Momentum Nataru 2025, Pemko Banjarmasin Pantau Ketat Fluktuasi Harga Pasar

Sebagai langkah lanjutan, dia meminta agar komitmen bersama ini tidak berhenti pada seremonial semata. Dirinya ingin seluruh perangkat daerah dan tokoh masyarakat harus mampu bekerja sama mengawasi kondisi lingkungan masing-masing.

Ananda melanjutkan, apabila masih didapati bangunan jamban usang di tepi sungai ataupun masyarakat yang kedapatan masih buang air besar sembarangan, dirinya tak segan meminta stakeholder terkait untuk melakukan penindakan.

“Jadi apabila didapati masih ada jamban di sungai kita maka akan kita bongkar dan robohkan. Makanya ulun ingin memastikan seluruh elemen terkait baik Camat, Lurah, Dinkes, DPUPR, jajaran forum Kota Sehat dan tokoh masyarakat bisa saling mengawasi dan memberi edukasi terkait pentingnya ini sebagai wujud sanitasi aman,” jelasnya.

Senada hal itu, Kadinkes Banjarmasin, Ramadhan menyambut baik capaian indeks ODF Kota Banjarmasin yang akhirnya terpenuhi 100 persen lewat deklarasi pada hari ini.