“Komitmen ini harus kita jaga bersama-sama kelompok dan tokoh masyarakat yang ada sehingga upaya menjadikan Banjarmasin kota yang sehat dapat maksimal,” ungkapnya.
Ramadhan menilai, ODF memang membutuhkan partisipasi dan kesadaran penuh dari masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu, pihaknya akan menggandeng stakeholder terkait untuk terus konsisten mengamati kondisi riil di lapangan, termasuk apa saja langkah mitigasi yang akan dilakukan.
“Artinya dari masyarakat untuk masyarakat, kita ingin bersama kelurahan, tokoh masyarakat dan forum kota sehat sekiranya bisa turun mengawasi sebagai bagian daripada menjaga kebersihan lingkungan. Apabila ada yang melakukan (BABS, red) agar dapat ditegur lisan dan diberi peringatan,” bebernya.
“Tetap kita bangun edukasi preventif dan promotif supaya masyarakat tidak lagi membuang air besar ke jamban, termasuk sinergi kita untuk memastikan adanya pembangunan jamban atau toilet umum yang lebih ideal dan standar,” timpalnya lagi.
Sementara itu, Hairani salah seorang tokoh masyarakat Sungai Jingah mengaku bersyukur tempatnya bermukim kini bisa mendeklarasikan gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan. Menurutnya, di Sungai Jingah sendiri tercatat lebih dari 80% warga di wilayah itu sudah memiliki akses sanitasi yang layak dan tidak lagi membuang kotoran ke sungai.







