JAKARTA, Kalimantanlive.com – Pabrikan otomotif Porsche menyelesaikan proyek percontohan yang mengubah limbah kendaraan akhir masa pakai menjadi material baru berkualitas tinggi, sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular di industri otomotif.
Dilaporkan Autocar, Selasa (30/12), Porsche menggandeng perusahaan kimia Jerman BASF SE serta mitra teknologi BEST (Bioenergy and Sustainable Technologies) untuk mengolah limbah otomotif campuran yang selama ini sulit didaur ulang.
BACA JUGA: Uji Jarak Tempuh Porsche Cayenne EV Tembus 500 Kilometer Lebih
Salah satu tantangan utama dalam daur ulang kendaraan adalah penanganan residu material yang tersisa setelah logam dipisahkan. Sisa material tersebut, yang dikenal sebagai automotive shredder residue (ASR), terdiri dari tekstil, kaca, busa, plastik, debu, kotoran, film, hingga partikel cat.
Selama ini, ASR umumnya dibuang dengan metode pemulihan energi melalui pembakaran. Namun, metode tersebut belum optimal karena tidak menghasilkan material yang dapat dimanfaatkan kembali.
Dalam proyek ini, Porsche dan mitranya menerapkan proses gasifikasi, yakni memanaskan material pada suhu lebih dari 700 derajat Celsius dengan suplai oksigen terbatas. Proses tersebut menghasilkan gas sintetis atau syngas.
BASF kemudian memanfaatkan syngas tersebut sebagai bahan baku untuk memproduksi poliuretan. Selanjutnya, poliuretan dikirim ke pemasok khusus untuk diolah menjadi busa poliuretan berkualitas tinggi.









