SIAP TEMPUR LAYANI JAMAAH! Calon Petugas Haji 2026 Wajib Ikuti Diklat Semi-Militer Berbasis Barak, Ini Tujuannya

KALIMANTANLIVE.COM – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyiapkan langkah serius demi meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji. Untuk musim haji 1447 H/2026 M, para calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menjalani pendidikan dan pelatihan terpadu dengan pendekatan semi-militer.

Pola diklat ini dirancang menyerupai sistem pembinaan berbasis barak, dengan tujuan membentuk disiplin tinggi, karakter kuat, serta kesiapan fisik dan mental petugas sebelum diterjunkan langsung melayani jutaan jamaah di Tanah Suci.

# Baca Juga :WASPADA ORANG TUA! Psikolog Ungkap 4 Faktor Psikologis Game Online Bisa Picu Kekerasan pada Anak

# Baca Juga :NIGERIA MENGAMUK! Libas Uganda 3-1, Elang Super Sapu Bersih Fase Grup Piala Afrika 2025

# Baca Juga :ARSENAL MENGGILA! Hancurkan Aston Villa 4-1, Meriam London Makin Jauh Tinggalkan Man City

# Baca Juga :ANAK PATRICK KLUIVERT BIKIN STAMFORD BRIDGE TERDIAM! Chelsea Ditahan Bournemouth 2-2 di Kandang

Konsep tersebut dipaparkan oleh Tim Kelompok Kerja Diklat PPIH di bawah Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah dalam agenda presentasi di hadapan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Selasa (30/12/2025).

Libatkan TNI, Polri, hingga Tenaga Kesehatan

Diklat PPIH 2026 akan melibatkan lintas sektor, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan, guna memperkuat sistem pembinaan petugas agar lebih profesional dan memiliki daya tahan tinggi saat bertugas di lapangan.

Anggota Tim Pokja Diklat PPIH 2026, Letkol Arm Tulus Widodo, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang intensif dan terstruktur untuk menjawab tantangan pelayanan jamaah haji yang semakin kompleks setiap tahunnya.

“Agenda hari ini adalah presentasi di depan Bapak Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI terkait pendidikan dan latihan khusus bagi calon PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M,” ujar Tulus dalam keterangan pers.

Pembinaan Jasmani Jadi Fokus Utama

Menurut Tulus, pembinaan jasmani (Binjas) menjadi salah satu fokus utama dalam Diklat PPIH. Kesehatan dan kebugaran dinilai sebagai fondasi terpenting bagi petugas haji dalam menjalankan tugas berat selama operasional haji.

“Faktor utama dalam mendukung pelaksanaan tugas PPIH adalah kesehatan. Karena itu, kegiatan Binjas disusun secara terprogram dan terarah sesuai arahan Bapak Menteri,” jelasnya.

Tahapan pelatihan meliputi jalan sehat, senam kebugaran, latihan baris-berbaris, serta pembinaan kedisiplinan yang bertujuan membentuk ketahanan fisik, mental, dan karakter petugas.

Bukan Militerisasi, tapi Pembentukan Karakter

Tulus menegaskan bahwa pendekatan semi-militer tidak dimaksudkan untuk menjadikan petugas haji sebagai bagian dari militer. Metode ini digunakan semata-mata sebagai sarana pembentukan disiplin, tanggung jawab, dan etos pelayanan.

Ia berharap, melalui pola diklat ini, penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan haji yang maksimal dan humanis.