KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Arab Saudi menunjukkan sikap tegas dalam menjaga kualitas layanan ibadah umrah. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi resmi membekukan operasional sebuah perusahaan umrah beserta agen luar negerinya setelah terbukti gagal menyediakan akomodasi jamaah sesuai dengan kontrak layanan yang telah disepakati.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Saudi Press Agency, Minggu (28/12/2025), kementerian mengungkapkan bahwa sejumlah jamaah diketahui tiba di Arab Saudi tanpa kepastian tempat tinggal, meskipun fasilitas akomodasi tercantum jelas dalam program umrah yang dijual oleh perusahaan tersebut.
# Baca Juga :NIGERIA MENGAMUK! Libas Uganda 3-1, Elang Super Sapu Bersih Fase Grup Piala Afrika 2025
# Baca Juga :WASPADA ORANG TUA! Psikolog Ungkap 4 Faktor Psikologis Game Online Bisa Picu Kekerasan pada Anak
# Baca Juga :SIAP TEMPUR LAYANI JAMAAH! Calon Petugas Haji 2026 Wajib Ikuti Diklat Semi-Militer Berbasis Barak, Ini Tujuannya
Kementerian menilai pelanggaran ini sebagai kesalahan serius yang bertentangan dengan regulasi penyelenggaraan umrah serta standar pelayanan bagi jamaah dan pengunjung Masjid Nabawi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi merugikan jamaah secara fisik, mental, maupun spiritual.
Atas temuan itu, otoritas Arab Saudi langsung menjatuhkan sanksi hukum terhadap perusahaan umrah bersangkutan dan mitra agen internasionalnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak jamaah yang terdampak.
Kementerian menegaskan bahwa penangguhan operasional ini juga bertujuan mencegah terulangnya pelanggaran serupa di masa mendatang serta menjadi peringatan keras bagi seluruh penyelenggara umrah agar tidak mengabaikan kewajiban kontraktual.
Selain sebagai bentuk penegakan hukum, kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan umrah secara berkelanjutan. Pemerintah Arab Saudi menekankan bahwa setiap perusahaan umrah wajib menjalankan kontrak layanan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.
Langkah tegas ini juga sejalan dengan Visi Arab Saudi 2030, yang menargetkan peningkatan kualitas dan kenyamanan pengalaman ibadah umrah di setiap tahapan perjalanan jamaah, mulai dari kedatangan, akomodasi, transportasi, hingga layanan pendukung lainnya.







