Bupati juga menekankan pentingnya sinkronisasi pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, khususnya RPJMN 2025–2029. Fokusnya antara lain pada percepatan penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan ekonomi dan pangan, pembangunan infrastruktur strategis, serta transformasi tata kelola pemerintahan dan digitalisasi layanan publik.
Pada kesempatan tersebut, Bupati kembali menegaskan bahwa perencanaan pembangunan yang berkualitas harus berbasis data yang akurat, valid, dan terintegrasi. Oleh karena itu, Forum Satu Data Indonesia menjadi bagian penting dalam penyusunan RKPD 2027, sejalan dengan Perpres Nomor 39 Tahun 2019.
“Tidak boleh lagi ada perencanaan tanpa data. Setiap kebijakan harus berbasis data yang tervalidasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Tanah Bumbu, M. Untung RLU, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis sebagai penanda awal penyusunan RKPD 2027, sekaligus untuk menyelaraskan visi, misi, dan sasaran pembangunan daerah 2025–2029.
Tujuan kegiatan ini antara lain menyamakan persepsi perangkat daerah terhadap tema dan prioritas pembangunan 2027, mengevaluasi capaian pembangunan 2025, serta memperkuat implementasi Satu Data Indonesia agar perencanaan didukung data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam forum tersebut juga dilakukan evaluasi capaian pembangunan Tahun 2025 berdasarkan laporan sistem e-Monev.
Selain itu, Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada SKPD dan kecamatan dengan capaian realisasi program tertinggi.







