JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Ledakan ambisi kecerdasan buatan (AI) China membuat Nvidia kewalahan. Produsen chip raksasa asal Amerika Serikat itu dilaporkan kebanjiran pesanan GPU AI dari perusahaan teknologi Negeri Tirai Bambu, dengan total permintaan mencapai lebih dari 2 juta chip sepanjang 2026.
Lonjakan permintaan tersebut memaksa Nvidia mengambil langkah darurat. Perusahaan disebut telah meminta Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) untuk mempercepat dan menambah produksi chip H200, GPU AI kelas atas yang kini menjadi incaran utama perusahaan internet China. Informasi ini diungkap sejumlah sumber industri dan dikutip dari laporan Reuters.
# Baca Juga :VIRAL TURBULENSI GA 712! Garuda Indonesia Tegaskan Tak Ada Kru Patah Tulang, Hanya Alami Luka Ringan
# Baca Juga :VIRAL & DISOROT PUBLIK! Ayu Aulia Bantah Dilantik Jadi Tim Kreatif Kemhan RI, Ini Klarifikasinya
# Baca Juga :VIRAL! Gedung Bundar Kejagung Nyaris Tertutup Gunungan Uang Rp6,6 Triliun Hasil Rampasan Negara
# Baca Juga :VIRAL & BIKIN MIRIS! Tylor Chase Bongkar Kisah Hidupnya: Dari Bintang Nickelodeon Kini Hidup di Jalanan
Masalahnya, stok Nvidia saat ini berada dalam kondisi kritis. Dari kebutuhan lebih 2 juta unit, perusahaan hanya memiliki sekitar 700 ribu chip, jumlah yang jauh dari cukup untuk memenuhi permintaan pasar China yang terus menggunung.
Meski Nvidia belum mengungkap detail tambahan volume produksi yang diminta, sumber menyebutkan TSMC telah diminta memulai proses produksi tambahan, dengan target dimulai pada kuartal kedua 2026. Situasi ini memicu kekhawatiran baru terkait potensi krisis pasokan chip AI global.
Nvidia kini berada di persimpangan sulit. Di satu sisi, permintaan dari China melonjak tajam. Di sisi lain, perusahaan harus menjaga pasokan untuk pasar strategis lain seperti Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya.
Risiko geopolitik juga membayangi. Hingga kini, regulator China belum sepenuhnya memberikan persetujuan final atas masuknya chip H200. Meski pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah membuka keran ekspor, keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas Beijing.
Dari sisi harga, Nvidia menetapkan chip H200 versi China dengan banderol sekitar USD 27.000 per unit. Sementara modul delapan chip diperkirakan mencapai 1,5 juta yuan, lebih mahal dibanding modul H20 yang sebelumnya dijual sekitar 1,2 juta yuan sebelum akhirnya diblokir.
Meski tergolong mahal, perusahaan teknologi China menilai harga tersebut masih sepadan. Pasalnya, performa H200 diklaim enam kali lebih bertenaga dibanding H20, versi “downgrade” yang sebelumnya dirancang khusus untuk menghindari pembatasan ekspor. Harga resmi ini juga disebut sekitar 15 persen lebih murah dibanding unit yang beredar di pasar abu-abu.







